Dua Wanita Tewas Tersambar KA Pangrango di Sukabumi
Lokasi terjadinya dua wanita tersambar kereta api saat mengendarai motor di Kampung Benteng Brunei, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Kamis (11/6/2026) siang./visi.news/ist.
"Ada orang yang ngasih tahu 'awas kereta, 'awas kereta, mungkin dia pakai helm, gak kedengaran," ujarnya.
Dia menambahkan, kedua korban bukan warga setempat. Keduanya diketahui tinggal di kampung tersebut dengan status mengontrak.
Sementara itu, pihak RS Islam Assyifa Sukabumi menyatakan ketika tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.45 WIB, kedua korban dalam keadaan sudah tidak sadar. Selanjutnya, keduanya langsung mendapatkan penanganan medis.
Namun, nyawa kedua korban tidak dapat diselamatkan meski telah mendapatkan penanganan medis. Salah satu korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.42 WIB, sedangkan korban lainnya meninggal dunia pada pukul 13.52 WIB.
"Sudah ditangani disini dengan kegawatdaruratan, sudah pasang intubasi dan juga ditangani oleh dokter spesialis saraf. Kita sudah maksimal, sudah ikhtiar, namun keadaannya terjadi penurunan, menambah menurun. Jadi ada desaturasi, ada henti napas, ada henti jantung," ujar, Eva Santika dokter jaga IGD RS Islam Assyifa.
Perlintasan Liar
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta membenarkan tertempernya KA Pangrango 225A relasi Sukabumi–Bogor oleh kendaraan roda dua. Kejadian itu pada pukul 10.33 WIB di perlintasan liar Kampung Benteng Brunei KM 55+1/200 petak jalan Sukabumi–Cisaat, Kota Sukabumi.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, masinis KA Pangrango telah membunyikan Semboyan 35 sebagai peringatan. Namun kendaraan roda dua tetap berada pada jalur kereta api sehingga terjadi temperan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!