AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026

Dua Wanita Tewas Tersambar KA Pangrango di Sukabumi

Desi Rossilawati Andri Somantri
Kamis, 11 Juni 2026 | 23:36 WIB
Bagikan
Dua Wanita Tewas Tersambar KA Pangrango di Sukabumi

Lokasi terjadinya dua wanita tersambar kereta api saat mengendarai motor di Kampung Benteng Brunei, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Kamis (11/6/2026) siang./visi.news/ist.

VISI.NEWS | SUKABUMI - Dua orang wanita tewas akibat tersambar Kereta Api Pangrango di Kampung Benteng Brunei, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 10.33 WIB.

Peristiwa nahas tersebut bermula saat kedua korban berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha RX King dan hendak menyeberangi rel kereta api. Pada saat bersamaan, KA Pangrango melintas sehingga keduanya tersambar dan terpental beberapa meter.

Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Islam Assyifa Sukabumi untuk mendapatkan penanganan. Namun kedua korban tidak dapat diselamatkan.

Korban bernama Suci Rahmawati, warga Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, dan Murni Anjani, warga Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Hendra Khoirul warga di sekitar kejadian menyatakan korban tersambar kereta yang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor.

Dia tidak mengetahui secara pasti kronologis kejadiannya, namun saat itu terdengar kereta berkali-kali membunyikan klakson, selanjutnya suasana di sekitar lokasi mendadak ramai oleh warga. Saat mendatangi lokasi kejadian, ia melihat kedua korban sudah terkapar usai tersambar kereta api.

"Kalau dilihat dari kondisinya, korban dalam keadaan parah," katanya.

Menurut dia, sebelum kejadian sempat ada warga yang memperingatkan korban karena kereta api sudah mendekat. Namun diduga korban tidak mendengar peringatan tersebut lantaran menggunakan helm, ditambah suara bising knalpot sepeda motor yang dikendarainya.

"Ada orang yang ngasih tahu 'awas kereta, 'awas kereta, mungkin dia pakai helm, gak kedengaran," ujarnya.

Dia menambahkan, kedua korban bukan warga setempat. Keduanya diketahui tinggal di kampung tersebut dengan status mengontrak.

Sementara itu, pihak RS Islam Assyifa Sukabumi menyatakan ketika tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.45 WIB, kedua korban dalam keadaan sudah tidak sadar. Selanjutnya, keduanya langsung mendapatkan penanganan medis.

Namun, nyawa kedua korban tidak dapat diselamatkan meski telah mendapatkan penanganan medis. Salah satu korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.42 WIB, sedangkan korban lainnya meninggal dunia pada pukul 13.52 WIB.

"Sudah ditangani disini dengan kegawatdaruratan, sudah pasang intubasi dan juga ditangani oleh dokter spesialis saraf. Kita sudah maksimal, sudah ikhtiar, namun keadaannya terjadi penurunan, menambah menurun. Jadi ada desaturasi, ada henti napas, ada henti jantung," ujar, Eva Santika dokter jaga IGD RS Islam Assyifa.

Perlintasan Liar

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta membenarkan tertempernya KA Pangrango 225A relasi Sukabumi–Bogor oleh kendaraan roda dua. Kejadian itu pada pukul 10.33 WIB di perlintasan liar Kampung Benteng Brunei KM 55+1/200 petak jalan Sukabumi–Cisaat, Kota Sukabumi.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, masinis KA Pangrango telah membunyikan Semboyan 35 sebagai peringatan. Namun kendaraan roda dua tetap berada pada jalur kereta api sehingga terjadi temperan.

“Kami turut prihatin atas kejadian yang terjadi. Saat ini korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. KAI berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan,” ujar Franoto.

KAI memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api. Perjalanan KA tetap berjalan dengan aman dan tidak terdapat keterlambatan maupun gangguan terhadap perjalanan kereta api lainnya akibat kejadian tersebut.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip keselamatan saat akan melintasi perlintasan sebidang, yaitu berhenti, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, baru berjalan. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru saat melintas serta senantiasa mematuhi rambu-rambu dan peringatan yang ada di sekitar jalur kereta api.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.