Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU, Hari ini Akan Diperdebatkan di Muktamar NU

ED
PN
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:39 WIB
Bagikan
Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU, Hari ini Akan Diperdebatkan di Muktamar NU

Perbedaan kedua mekanisme tersebut membuat pembahasan di Komisi Organisasi diperkirakan berlangsung dinamis. Sebab, pilihan yang diambil tidak hanya menyangkut prosedur pemilihan, tetapi juga menyentuh desain relasi antara struktur organisasi NU di tingkat wilayah dan cabang dengan kepemimpinan di tingkat pusat.

Mekanisme yang selama ini berjalan memberikan ruang pemilihan langsung melalui hak suara sesuai ketentuan. Sementara opsi Ahwa mengarah pada mekanisme yang lebih menonjolkan proses penjaringan dan pertimbangan melalui struktur serta otoritas keulamaan.

Karena itu, pembahasan tidak menutup kemungkinan berlangsung panjang sebelum menghasilkan rumusan yang dapat diterima seluruh peserta muktamar.

Ketua Komisi Organisasi KH Miftah Faqih menegaskan bahwa kedua usulan tersebut masih berada dalam tahap pembahasan. Belum ada keputusan mengenai mekanisme mana yang akan digunakan.

Gus Ipul juga menekankan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan para muktamirin.

“...itu adalah opsi yang tentu semua tergantung keputusan Muktamar,” kata Gus Ipul.

Dengan demikian, Sidang Komisi Organisasi pada Sabtu (29/8/2026) menjadi salah satu forum penting yang akan menentukan arah pembahasan tata kelola organisasi NU. Selain membicarakan berbagai materi ART, forum ini berpotensi menjadi arena perdebatan serius mengenai bagaimana Ketua Umum PBNU periode berikutnya akan dipilih.

Isu tersebut menjadi semakin strategis setelah LPJ PBNU masa khidmah 2021–2026 yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diterima secara aklamasi oleh muktamirin pada Jumat (28/8/2026).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.