Dua Nikmat yang Allah Berikan bagi Orang Berhaji

ED
Rabu, 10 Mei 2023 | 06:26 WIB
Bagikan
Dua Nikmat yang Allah Berikan bagi Orang Berhaji

VISI.NEWS | BANDUNG - Berikut ini adalah teks, transliterasi, terjemahan, sababun nuzul dan kutipan sejumlah tafsir ulama atas surat Al-Baqarah ayat 198:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْۗ فَاِذَآ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفٰتٍ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِۖ وَاذْكُرُوْهُ كَمَا هَدٰىكُمْۚ وَاِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤلِّيْنَ

Laisa ‘alaikum junāḫun an tabtaghū fadllam mir rabbikum, fa idzā afadltum min ‘arafātin fadzkurullāha ‘indal-masy‘aril-ḫarāmi wadzkurūhu kamā hadākum, wa ing kuntum ming qablihī laminadl-dlāllīn.

Artinya, “Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu (pada musim haji). Apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masyarilharam. Berzikirlah kepada-Nya karena Dia telah memberi petunjuk kepadamu meskipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”

Sababun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 198 Imam As-Suyuthi dalam Kitab Ad-Durrul Mantsur meriwayatkan sababun​​​​​​​ nuzul Al-Baqarah 198, berikut riwayatnya:

أخرج سُفْيَان وَسَعِيد بن مَنْصُور وَالْبُخَارِيّ وَابْن جرير وَابْن الْمُنْذر وَابْن أبي حَاتِم وَالْبَيْهَقِيّ فِي سنَنه عَن ابْن عَبَّاس قَالَ: كَانَت عكاظ ومجنة وَذُو الْمجَاز أسواقاً فِي الْجَاهِلِيَّة فتأثموا أَن يتجروا فِي الْمَوْسِم فسألوا رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم عَن ذَلِك فَنزلت {لَيْسَ عَلَيْكُم جنَاح أَن تَبْتَغُوا فضلا من ربكُم} فِي مواسم الْحَج

Artinya: “Sufyan, Said bin Mansur, Imam Bukhari, Ibnu Jarir, Ibnu Mundzir, Ibnu Abi Hatim dan Al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata: “Ukadz, Majanah dan Dzulmajaz merupakan nama-nama pasar pada masa jahiliyah, pada saat itu orang-orang merasa berdosa untuk berdagang pada musim pelaksanaan haji, mereka bertanya kepada Rasulullah Saw terkait hal tersebut. Kemudian turun ayat: “Laisa ‘alaikum junāḫun an tabtaghū fadllam mir rabbikum” pada musim pelaksanaan haji. (As-Suyuthi, Ad-Durul Mantsur, , juz I,halaman 534).

Ragam Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 198 Abu Hayyan menjelaskan korelasi antara ayat ini dengan ayat sebelumnya dapat dilihat dari tiga (3) aspek: Pada ayat sebelumnya Allah melarang orang yang sedang melaksanakan haji untuk bermusuhan satu sama lain dan berdagang karena ​​​​​​dapat menjadi sumber permusuhan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.