Drone di Perbatasan, Azerbaijan Murka pada Iran

ED
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:04 WIB
Bagikan
Drone di Perbatasan, Azerbaijan Murka pada Iran

VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan geopolitik di kawasan Kaukasus kembali memanas setelah Azerbaijan menuduh Iran meluncurkan sejumlah drone ke wilayahnya. Insiden ini bukan hanya memicu kemarahan keras dari Baku, tetapi juga memperlihatkan bagaimana konflik yang lebih luas di Timur Tengah mulai merembet ke wilayah lain yang selama ini relatif stabil.

Pemerintah Azerbaijan mengumumkan penarikan staf diplomatiknya dari Iran setelah empat drone dilaporkan melintasi perbatasan dan memasuki wilayah eksklave Nakhchivan. Wilayah tersebut merupakan daerah terpisah milik Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran, Turki, dan Armenia, sehingga sangat rentan ketika konflik regional meningkat.

Menurut laporan otoritas Azerbaijan, salah satu drone menghantam terminal bandara di wilayah tersebut. Drone lain meledak di dekat sebuah sekolah, menyebabkan beberapa warga sipil mengalami luka-luka. Sementara itu, satu drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Azerbaijan sebelum mencapai targetnya.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, langsung mengecam keras insiden tersebut dan menuntut penjelasan resmi dari Teheran. Dalam pernyataan publiknya, Aliyev menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negaranya.

“Ini adalah tindakan teror yang menargetkan wilayah kami. Kami menuntut penjelasan yang jelas serta permintaan maaf dari Iran,” ujar Aliyev dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Azerbaijan.

Kemarahannya bahkan semakin meningkat sehari kemudian ketika ia mengumumkan bahwa staf kedutaan Azerbaijan di Teheran dan konsulat di kota Tabriz akan ditarik untuk alasan keamanan. Selain itu, militer Azerbaijan dilaporkan telah ditempatkan pada tingkat kesiapsiagaan tempur maksimum.

Namun eskalasi ketegangan tidak berhenti pada isu keamanan semata. Aliyev juga menyinggung persoalan sensitif yang selama ini jarang disuarakan secara terbuka oleh pemerintah Azerbaijan, yakni nasib etnis Azeri yang tinggal di Iran.

Iran diketahui memiliki sekitar 20 hingga 25 juta warga keturunan Azeri, menjadikannya kelompok minoritas terbesar di negara tersebut. Mereka terutama tinggal di wilayah barat laut Iran yang berbatasan langsung dengan Azerbaijan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.