DPRD Kecewa, 4 Ribu Siswa Lulusan SD di Surabaya Belum Daftar Sekolah Tahun Ini
"Tidak ada kalau jumlahnya jauh. Biasanya turunnya satu kelas, itu saja tidak semua. Tidak ada yang turun sampai dua kelas tidak ada," ucapnya.
Sementara anggota komisi D DPRD Surabaya, Hari Santoso menungkapkan ribuan calon siswa yang belum memdaftar salah satunya terkait adanya penggurangan rombongan belajar (rombel) di SMP Negeri.
"Yang pertama saya kecewa karena PPDB tahun ini (2023) rata-rata SMP Negeri rata-rata mengurangi rombel. Biasanya 10 kelas sekarang hanya 9 atau 8 kelas saja. Padahal kelulusan SD jumlah sama besar seperti tahun lalu (2022)," ungkapnya.
Hari mengatakan, adanya penggurangan rombel ini akhirnya berdampak pada calon siswa dari keluarga kurang mampu atau MBR.
Ia menilai mereka tak diterima di SMP Negeri karena pengurangan rombel dan tidak mampu mendaftar di sekolah swasta yang berbayar.
"Masyarakat daftar afirmasi yang tidak gamis dan pra gamis langsung ketolak sistem, kalau larinya ke prestasi tetap habis itu zonasi. Ini pertaruhan ketat dan banyak yang tidak dapat bangku sekolah negeri. Yang jadi masalah ketika tidak bisa daftar negeri, swasta biaya tinggi," tegasnya
@redho
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!