Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

DPR Dukung Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Desi Rossilawati
Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:15 WIB
Bagikan
DPR Dukung Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang akan menghapus tantiem bagi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, langkah ini penting untuk memperbaiki tata kelola dan sistem insentif di perusahaan negara.

“Jadi kalau perusahaannya rugi, direksi juga tidak layak mendapat tantiem. Bonus hanya diberikan jika kinerja positif dan perusahaan memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat,” ujar Rivqy dalam keterangannya, Selasa (19/8/2025).

Politisi PKB itu menegaskan komisaris seharusnya fokus pada fungsi pengawasan dan peningkatan kinerja, bukan menunggu bonus. Ia juga mendukung rencana Presiden merampingkan jumlah komisaris BUMN agar lebih efisien.

"Pemangkasan jumlah komisaris merupakan langkah yang tepat. Jumlah komisaris tidak perlu terlalu banyak," tambah anggota Badan Anggaran DPR itu.

Sebelumnya, dalam pidato di Rapat Paripurna I DPR, Presiden Prabowo menegaskan akan menghapus tantiem dan mengevaluasi jumlah komisaris BUMN. Ia menyinggung adanya komisaris yang hanya rapat sebulan sekali, tetapi bisa menerima tantiem hingga Rp 40 miliar setahun.

Berdasarkan aturan, tantiem merupakan penghargaan yang diberikan kepada direksi dan komisaris jika perusahaan meraih laba atau menunjukkan peningkatan kinerja. Namun, Prabowo menilai praktik tersebut hanya akal-akalan dan tidak relevan dengan tujuan memperkuat BUMN. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.