DPR Akan Dalami Wacana Tutup Prodi Kuliah Tak Relevan Industri
VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memastikan pihaknya akan segera mendalami wacana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk menutup berbagai program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri di masa depan.
Hetifah mengatakan, Komisi X DPR akan memanggil Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) guna mendalami berbagai isu termasuk soal rencana untuk menutup berbagai program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri di masa depan.
“Kami akan melakukan RDP dengan Kemendikti Saintek akan mendalami berbagai hal terkait anggaran, penerimaan mahasiswa baru, kesejahteraan dosen dan juga isu-isu aktual lainnya seperti hal ini,” kata Hetifah melalui keterangan yang diterima, Senin (27/4/2026).
Meski demikian, Hetifah menuturkan, bahwa jadwal untuk RDP dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) belum ditentukan. Hal ini, tegas Hetifah, lantaran DPR RI sedang dalam masa reses dan baru akan masuk kembali pada pertengahan Mei 2026.
“DPR memasuki masa reses pekan ini dan baru akan kembali bersidang pada pertengahan Mei. Karena itu, jika ke depan ada RDP dengan Kemendikti Saintek, isu-isu tersebut masih bisa dibahas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) mengungkapkan rencana untuk menutup program studi (prodi) di perguruan tinggi yang tidak relevan dengan kebutuhan kehidupan dunia di masa depan.
“Nanti mungkin ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup, untuk bisa meningkatkan relevansi ini,” ujar Sekjen Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026, Kamis (23/4/2026) dikutip dari siaran di Kanal YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Terpisah, eks Mendikbud, Anies Baswedan, menyampaikan kekhawatiranya atas rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) untuk menutup berbagai program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!