Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

DLH Bojonegoro: Air Berbau Belerang di Desa Jari Tak Layak Konsumsi tapi Aman Bagi Tanaman

ED
Rabu, 10 Mei 2023 | 09:42 WIB
Bagikan
DLH Bojonegoro: Air Berbau Belerang di Desa Jari Tak Layak Konsumsi tapi Aman Bagi Tanaman

VISI.NEWS | BOJONEGORO - Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro memastikan hasil uji analisa air berbau belerang yang keluar dari tanah di Desa Jari Kecamatan Gondang tidak layak untuk dikonsumsi. Namun demikian, air tersebut tidak berpengaruh terhadap kualitas tanah dan tanaman.

Kepala DLH Bojonegoro Dandi Suprayitno menyampaikan pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi beberapa waktu lalu dan melakukan pengujian analisa kandungan air. Hasilnya menunjukkan ada beberapa parameter analisa air di Desa Jari Kecamatan Gondang parameter telah melampaui baku mutu / ambang batas sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI.

“Parameter yang melampaui baku mutu antara lain TDS yang merupakan zat terlarut dan TSS merupakan padatan yang ada pada larutan namun tidak terlarut. TSS dan TDS dapat menyebabkan air menjadi keruh, di mana kekeruhan tersebut dikarenakan timbulnya gelembung sehingga partikel tanah bercampur pada air," terangnya.

Selain itu, Dandi menjelaskan poin kedua hasil dari analisa BOD adalah kebutuhan oksigen untuk mikroorganisme agar dapat melakukan penguraian dan COD adalah kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan limbah yang ada pada air. “Penyebab tingginya BOD bisa disebabkan karena proses pembusukan dari dedaunan yang jatuh. Sedangkan penyebab tingginya COD bisa disebabkan karena penggunaan pupuk kimia,” jelasnya.

Dandi juga menambahkan bahwa total coliform merupakan kelompok mikroba atau bakteri biasanya ditemukan di lingkungan (misalnya tanah atau tumbuh-tumbuhan). Penyebab nilai total coliform tinggi bisa disebabkan oleh kotoran dari hewan.“Sedangkan hasil analisa tanah sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VIII sudah sesuai dengan baku mutu,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Dandi Suprayitno bisa disimpulkan hasil uji analisa menunjukkan beberapa parameter melebihi baku mutu yang menunjukkan bahwa kandungan air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Akan tetapi air tersebut tidak berpengaruh terhadap tanah dan tanaman.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.