Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Ditjen Pendidikan Islam Fokus Integrasikan Data Pendidikan Agama di EMIS 4.0

ED
Senin, 22 Juli 2024 | 15:30 WIB
Bagikan
Ditjen Pendidikan Islam Fokus Integrasikan Data Pendidikan Agama di EMIS 4.0

VISI.NEWS | JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tengah mengupayakan langkah besar dalam mengintegrasikan data pendidikan agama dan keagamaan melalui aplikasi EMIS 4.0. Selama ini, data-data tersebut masih tersebar di beberapa aplikasi seperti EMIS, Simpatika, dan Siaga. Dengan integrasi ini, diharapkan semua data akan terfokus pada satu platform, yakni EMIS.

Plt. Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menegaskan pentingnya integrasi ini. “Integrasi data pendidikan melalui aplikasi EMIS 4.0 merupakan hal penting. EMIS 4.0 bertujuan mendorong dan mengakomodir semua data Pendidikan Agama, sekaligus membantu pengolahan data agar semakin baik, lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses pengintegrasiannya perlu dipercepat,” ujar Abu Rokhmad saat memimpin Rapat Pimpinan di Jakarta, Senin (22/07/2024).

Abu Rokhmad juga memberikan apresiasi terhadap transformasi yang telah dilakukan oleh Tim EMIS. Namun, ia menekankan agar EMIS dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan. Kemenag berupaya membuat EMIS lebih user-friendly dengan menyediakan akses melalui gawai dan tutorial untuk mempermudah penggunaan. Selain itu, akan diadakan diskusi publik untuk mendapatkan masukan guna perbaikan EMIS.

Sekretaris Ditjen Pendis, Rohmat Mulyana, sebagai penanggung jawab EMIS, turut menyampaikan hal serupa. “Semua aplikasi yang ada di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sedang diupayakan untuk diintegrasikan pada aplikasi EMIS. Meskipun hanya diintegrasikan, pekerjaan tetap berada di Direktorat yang bersangkutan. Saat ini, proses integrasi masih berjalan,” ucap Rohmat.

Rohmat berharap proses integrasi ini dapat segera diselesaikan agar data pendidikan yang dikelola oleh semua Direktorat di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dapat terpusat dengan baik. Menurutnya, hal ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data pendidikan agama.

Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Kastolan, turut hadir dalam rapat tersebut dan menegaskan bahwa EMIS merupakan platform pendataan pendidikan keagamaan yang sudah menunjukkan progres yang baik. Namun, masih diperlukan beberapa pembenahan untuk mencapai transformasi digital yang utuh.

Kastolan menambahkan, "EMIS sebagai platform utama dalam pendataan pendidikan harus eksis dan konsisten sehingga menjadi satu-satunya sumber data terpercaya di Kementerian Agama. Integrasi penuh diperlukan untuk mempermudah para pengguna."

Ketua Tim Bagian Data, Sistem Informasi dan Humas, Brain Tawazan, menjelaskan bahwa pengembangan EMIS 4.0 terus dilakukan seiring terbitnya KMA 83/2022. “Regulasi ini mengatur bahwa pengelolaan data Pendidikan Agama dan Keagamaan di bawah Kementerian Agama diselenggarakan melalui EMIS 4.0. Oleh karena itu, kita terus mengupayakan penguatan integrasi Data Pendidikan Nasional,” tandasnya.

@rizalkoswara

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.