“Ditekan Mundur oleh PKB, Menhut Raja Juli Santai: ‘Saya Siap Dievaluasi Presiden’
ED
Editor
M Purnama Alam
Jumat, 5 Desember 2025 | 14:05 WIB
VISI .NEWS |JAKARTA — Ketegangan mewarnai rapat kerja Komisi IV DPR ketika Anggota Fraksi PKB, Usman Husin, melontarkan kritik keras kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni terkait banjir dan longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, serta Aceh. Usman menilai kebijakan Raja Juli tidak konsisten dan tidak menunjukkan kompetensi dalam mengelola kehutanan.
Dalam rapat itu, Usman menyampaikan bahwa persoalan kehutanan tidak bisa diselesaikan dengan retorika, termasuk dengan menyalahkan pemerintahan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan yang kini terjadi adalah tanggung jawab pejabat yang sedang menjabat.
“Kalau Pak Menteri enggak mampu, mundur aja. Pohon berdiameter dua meter itu puluhan tahun tumbuhnya. Itu tanggung jawab menteri yang sekarang, bukan yang dulu,” ujar Usman dengan suara meninggi di Kompleks Parlemen, Kamis (4/12).
Ia juga menyinggung keputusan Raja Juli terkait izin pengelolaan hutan di Tapanuli Selatan. Menurutnya, Menteri sebelumnya mengeluhkan persoalan izin dan Bupati setempat meminta agar izin tak diterbitkan. Namun faktanya pada 20 November, izin justru keluar.
“Yang Bapak sampaikan dengan yang Bapak putuskan tidak sejalan. Jadi seolah-olah kita ini bisa diakali,” kata Usman.
Raja Juli Merespons Tenang: Siap Dievaluasi Presiden
Usai rapat yang berlangsung panas, Menteri Raja Juli memilih merespons kritik dengan nada jauh lebih tenang. Ia menegaskan bahwa jabatannya adalah hak prerogatif penuh Presiden, sehingga dirinya siap dievaluasi kapan saja.
“Saya yakin ya namanya kekuasaan itu milik Allah, dan itu hak prerogatif Presiden. Jadi saya siap dievaluasi,” ujar Raja Juli di Kompleks Parlemen, Senayan.
Ia mengatakan bahwa kritik publik dan desakan dari berbagai pihak akan dijadikannya bahan masukan. Yang terpenting baginya saat ini adalah bekerja sesuai tugas, sementara keputusan akhir terkait jabatannya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Kritik itu aspirasi. Saya hanya ingin bekerja, selebihnya saya serahkan kepada Bapak Presiden,” tambahnya.
Rapat tersebut kemudian ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut atas kebijakan kehutanan, khususnya terkait mitigasi bencana di wilayah rawan banjir dan longsor.
anjay: Judul Berita:
Gempa M 3,3 Guncang Depok Dini Hari, BMKG: “Gempa Dalam, Warga Tak Perlu Panik”
Berita:
Depok – Guncangan gempa darat berkekuatan magnitudo 3,3 menggoyang wilayah Depok, Jawa Barat, pada Jumat (5/12/2025) dini hari. Meski getarannya tidak begitu terasa warga, BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut berada pada kedalaman sangat dalam sehingga potensi dampaknya relatif kecil.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 03.56 WIB dengan pusat di daratan, tepatnya 6 km timur laut Kota Depok. Titik koordinat gempa berada di 6,34 LS dan 106,85 BT, dengan kedalaman mencapai 258 kilometer.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rian Setiawan, mengatakan gempa dalam seperti ini biasanya tidak meni…
anjay: Judul Berita:
BLT Kesra Rp900 Ribu Mulai Mengalir ke Rekening KKS BNI, KPM Peralihan dari Pos Ramai Cek Saldo: “Tiba-Tiba Sudah Masuk”
Berita:
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra kembali menggeliat di berbagai daerah, Kamis (4/12/2025). Sejak pagi, laporan dana yang masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI berdatangan dari sejumlah penerima manfaat, terutama mereka yang baru berpindah dari mekanisme pencairan Kantor Pos ke KKS.
Gelombang pencairan ini disebut berlangsung serentak dan merata. Informasi tersebut juga diperkuat oleh banyaknya bukti transaksi yang menunjukkan dana Rp900.000 telah masuk pada jam berbeda di berbagai wilayah. @fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!