Dispusip Gelar Workshop Pengawasan Kearsipan Internal dan Pengenalan Aplikasi Srikandi
"Nanti akan dibangun di Depo Arsip di lantai pertama dan sudah dianggarkan sebesar Rp 5 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung," katanya.
Teguh mengatakan dengan adanya berbagai kegiataan dan perencanaan itu adalah mengingat pentingnya arsip dalam melaksanakan manajemen di pemerintahan.
"Kalau berbicara arsip, kadang-kadang kita melihat sebelah mata. Arsip selalu dibutuhkan sewaktu-waktu. Misalnya, kita urusan perbankan membutuhkan KTP, dan jual beli membutuhkan kearsipan. Oleh karena itu, kita memiliki program Marimar (Manajemen Arsip Mulai dari Rumah)," katanya.
Ia mengatakan dengan adanya Marimar itu, dalam kehidupan sehari-hari bisa mengamankan manajemen arsip mulai dari diri sendiri dan untuk keberlanjutan di dalam keluarga.
Teguh juga mengajak kepada para perangkat daerah untuk mencintai arsip yang ada di lingkungan kerjanya. Untuk itu, perlu memahami dalam hal pengarsipan, penomoran arsip, pengelolaan arsip maupun pertangungjawaban arsip.
"Arsip itu akan menjadi vital di kemudian hari, dan memang kondisi arsip itu dibutuhkan secara umum untuk hal tertentu," katanya.
Tidak sedikit di antara pihak yang mempertanyakan kepada Dispusip, khususnya pada bidang arsip, katanya, yaitu berkaitan dengan arsip yang berhubungan dengan APH (Aparatur Penegak Hukum).
"Kita selalu menerima surat keinginan untuk mengetahui arsip-arsip yang ada di Depo Arsip," ucapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!