Dispusip Gelar Workshop Pengawasan Kearsipan Internal dan Pengenalan Aplikasi Srikandi
Menurutnya, aplikasi Srikandi ini pun perlu disinergikan dalam proses pengiriman atau kegiatan surat menyurat secara eksternal untuk antar daerah, antara provinsi, antar kabupaten/kota, maupun antar daerah dan pemerintah pusat.
"Tidak menutup kemungkinan nantinya digunakan oleh perangkat daerah menggunakan e-office untuk kegiataan surat menyurat," katanya.
Perlu diketahui, imbuh Teguh, bahwa Bupati Bandung Dadang Supriatna sudah melaksanakan launching Sistem Informasi Layanan Cepat Arsip "Silancar" Bedas pada 12 Desember 2023 lalu.
"Intinya, di dalamnya itu arsip-arsip vital dan arsip-arsip statis yang kita alumidiakan. Nanti kita kedepan seluruh perangkat daerah harus bisa menginput untuk sistem pelayanan arsip tersebut atau Silancar Bedas. Itu sebagai penyelamatan arsip-arsip kita kedepan," katanya.
Teguh mengungkapkan bahwa di Depo Arsip Dispusip Kabupaten Bandung tidak kurang dari 240.000 arsip. Depo Arsip itu bisa dikunjungi oleh sejumlah pihak.
Ia pun berharap kedepannya Depo Arsip itu bermanfaat dan memiliki kualitas yang baik dalam proses kearsipannya. Teguh pun berharap kedepannya, Depo Arsip itu didukung dengan komposisi anggaran yang lebih baik.
"Kami dipandang perlu menginformasikan dari sisi pengawasan arsip, pengenalan terkait aplikasi Srikandi ini. Ini merupakan aplikasi baru yang menjadi salah satu aspek penilaian dalam bidang kearsipan oleh pemerintah pusat untuk tertibnya arsip di masing-masing kabupaten dan kota," katanya.
Disebutkan Teguh, bahwa tahun ini sudah melalui tahapan perencanaan untuk pembuatan diorama atau arsip digital.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!