Disdik Kabupaten Bandung Pastikan Semua Anak Terlayani dalam SPMB 2026/2027
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah./visi.news/ist.
Asep Kusumah menerangkan bahwa hal baru tahun ini mencoba implementasikan sesuai arahan Bupati Bandung bahwa masa pendaftaran SPMB dilaksanakan dalam dua tahap.
"Tahun lalu dilaksanakan dalam satu tahap, pilihannya hanya satu jalur. Tentu menyisakan hasil evaluasi bahwa, masyarakat merasakan ada keterbatasan waktu untuk melakukan pendaftaran. Juga ada keterbatasan pilihan untuk melakukan pendaftaran. Kita tahu ada empat jalur untuk bisa melakukan pendaftaran," ungkapnya.
"Maka tahun ini kita coba menjadi dua tahap. Tahap pertama melalui jalur afirmasi dan jalur domisili. Nah ini terbuka luas untuk mewujudkan prinsip sekolah yang dekat, mudah dan murah, sehingga jalur afirmasi dan domisili ini kita buka seluas-luasnya sehingga masyarakat bisa memanfaatkan secara optimal," imbuhnya.
Kemudian, lanjut Asep Kusumah, tahap dua adalah jalur prestasi dan jalur mutasi. Untuk jalur prestasi di tahap dua, agar memberikan panggung dan ruang bagi anak-anak yang dari awal membangun prestasi. Baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik.
"Di Kick Off kita laporkan bagaimana kita melakukan koordinasi intensif dengan para organisasi yang menerbitkan berbagai prestasi kejuaraan, baik itu KONI, Pramuka, PMI, LPTQ, kemudian BAPOPSI. Di mana mereka kita mintakan data base untuk bahan kurasi pada saat anak-anak mendapatkan jalur prestasi," ungkapnya.
Ia berharap dengan adanya dua tahap ini ada ketersediaan waktu dan ketersediaan pilihan bagi anak-anak maupun orang tua siswa. Termasuk apabila tahap satu belum bisa diterima, mereka bisa ikut lagi daftar di tahap kedua.
"Jadi tahap satu, apabila jalur afirmasi dan domisilinya tidak bisa diterima, bisa memanfaatkan jalur prestasi," ucapnya.
Kemudian di setiap tahapan, kata dia, diberikan ruang masa sanggah selama tiga hari. Ini untuk mengimplementasikan nilai-nilai atau prinsip SPMB yaitu transparansi, obyektif, kemudian tidak diskriminatif, sehingga ketika ada kesalahan data dan beberapa informasi yang perlu dikonfimasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!