Disdik Kabupaten Bandung Pastikan Semua Anak Terlayani dalam SPMB 2026/2027
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah./visi.news/ist.
"Begitupun sekolah swasta kita dorong mereka untuk menyiapkan diri dan hari ini cukup banyak sekolah swasta yang favorite sudah tidak lagi menerima pendaftaran. Karena atensi dan animo masyarakat untuk ke sekolah swasta cukup tinggi," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan mengatakan bagi anak-anak nanti yang akan melanjutkan ke jenjang sekolah swasta, yang tidak memiliki biaya atau anggaran, Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan untuk memberikan beasiswa.
"Jadi bagi siswa yang mendaftar di sekolah swasta, di kelas 7 ada program beasiswa BEDAS Calakan di mana siswa akan diberikan beasiswa oleh Pak Bupati Bandung sebesar Rp1 juta per siswa per tahun," ujarnya.
Harapannya, lanjut Asep Kusumah, bagi para siswa yang tidak masuk ke sekolah negeri, jadi ada pilihan kedua yaitu sekolah swasta.
"Hasil evaluasi SPMB tahun lalu, pada saat pelaksanaan Kick Off SPMB 2026/2027 menandatangani komitmen bersama, yaitu dengan Kementerian Agama, Forum PKBM, dan Forum Pesantren. Kenapa ini kita lakukan, karena banyak orang tua melanjutkan anak-anaknya dari SD ke SMP, itu memilih pondok pesantren," ungkapnya.
Ia menyebutkan di Kabupaten Bandung ada sekitar 102 pondok pesantren yang dimasuki oleh anak-anak, tetapi mereka belum menyelenggarakan pendidikan formal yaitu pesantren-pesantren salafiyah.
"Pesantren salafiyah akan dikerjasamakan dengan Forum PKBM. Sehingga mereka disamping melanjutkan pendidikan pesantren salafiyah untuk mengajar hafidz Qur'an. Pendidikan formalnya pastikan kita terlayani melalui pendidikan nonformal PKBM," ujarnya.
Pemkab Bandung juga, kata Asep Kusumah, sudah MoU dengan Lapas Narkoba Baleendah. "Kita sudah koordinasi tahun ini ada sekitar 230 warga binaan, dan sekitar 80 persen masih pendidikan SD. Kita perkuat untuk melanjutkan pendidikan non formal selama mereka berada dalam pembinaan di Lapas. Kita pastikan di salafiyah, kita pastikan di lapas. Itu pastikan mereka mendapatkan akses layanan pendidikan," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!