Disabilitas Tak Lagi Menunggu Kerja, Kini Jadi Pencipta Lapangan!
kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama†yang digelar di Bantul pada akhir pekan kemarin. /visi.news/ist
VISI.NEWS | BANTUL - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus menggenjot perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dengan strategi yang lebih progresif: mendorong mereka menjadi wirausaha mandiri. Upaya ini bukan sekadar membuka peluang kerja, tetapi juga mengubah paradigma dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Langkah konkret tersebut diwujudkan dalam kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama†yang digelar di Bantul pada akhir pekan kemarin. Acara ini menjadi ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas sekaligus pelaku UMKM rintisan untuk mengembangkan potensi bisnis mereka.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, menegaskan bahwa peluang kerja di Indonesia sebenarnya sangat luas, hanya saja perlu pendekatan baru agar masyarakat lebih berani mengambil peran sebagai pelaku usaha.
“Lowongan kerja itu ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, tetapi juga bisa diciptakan sendiri. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,†ujarnya saat membuka acara.
Menurut Sukro, selama ini orientasi kerja masyarakat masih terlalu terfokus pada sektor formal seperti pegawai negeri atau karyawan perusahaan. Padahal, sektor usaha mandiri, ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan teknologi digital membuka peluang yang jauh lebih fleksibel dan inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas.
Dalam program ini, Kemnaker menghadirkan dua fokus utama. Pertama, pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas yang dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta. Kedua, penguatan usaha bagi UMKM rintisan agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Sukro menekankan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh lagi dipandang sebagai hambatan utama dalam berkarya. “Keterbatasan fisik bukan penghalang. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir,†tegasnya. Ia juga memastikan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan akses yang setara bagi semua lapisan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!