Diplomasi Balada Literasi Nasional ala Ferry Curtis
Ferry Curtis, Syarif Bando, Dr. Wachyudi Muchin - foto Istimewa
Kini, manifesto lewat nada tersebut telah berkembang menjadi gerakan multiplikasi nasional. Lagu-lagu bertema literasi ciptaannya seperti "Mari Membaca" dan "Buku Sahabatku" tidak hanya dinyanyikan di ruang kelas, tetapi bertransformasi menjadi kurikulum edukasi alternatif yang diakui secara akademis untuk menekan ketergantungan anak terhadap gadget.
Konsistensi gerakan ini terus menggema. Pada Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Ferry Curtis resmi digandeng oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam Gebyar Anugerah Literasi untuk mengampanyekan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) menuju Indonesia Emas [kaltimprov.go.id, swarakaltim.com]. Bersama tokoh literasi nasional seperti Dee Lestari, ia memperluas cakupan diplomasi baladanya ke luar pulau Jawa dan Sulawesi, membuktikan bahwa musik tetap menjadi media paling cair untuk menyatukan visi mencerdaskan bangsa.
Hingga saat ini, formula kampanye literasi berbasis seni yang dirintis oleh musisi asal Bandung ini telah diadopsi dan diimplementasikan di lebih dari 40 kota dan kabupaten di seluruh penjuru Indonesia. Hubungan sinergisnya yang erat bersama Perpustakaan Nasional RI terus melahirkan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!