Didorong Masuk PKBM atau PJJ, Wamendikdasmen Ungkap 527 Ribu ATS di Jabar
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, dalam audiensi dan dialog pendidikan yang diselenggarakan di SMPN 1 Cikembar, Rabu (5/8/2026)./visi.news/Andri.
VISI.NEWS - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Provinsi Jawa Barat mencapai sekitar 527 ribu anak. Sementara di Kabupaten Sukabumi, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah ATS tercatat sekitar 56 ribu anak.
"Di Provinsi Jawa Barat yang kami punya datanya itu adalah 527 ribu. Setengah juta lebih yang ATS di Provinsi Jawa Barat. Jumlah penduduknya paling banyak, tapi memang risikonya ATS-nya paling tinggi. Dan ATS di Kabupaten Sukabumi lumayan juga, berdasarkan data kami 56 ribu," ujar Fajar dalam kegiatan audiensi dan dialog pendidikan yang diselenggarakan di SMPN 1 Cikembar, Rabu (5/8/2026).
Menurut Fajar, anak tidak sekolah terbagi ke dalam tiga kategori, yakni anak yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan, anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya setelah lulus, serta anak yang putus sekolah sebelum menyelesaikan pendidikannya.
"Kalau mengacu kepada Inpres Nomor 3 Tahun 2026, yang namanya ATS itu ada tiga. Pertama, anak yang tidak pernah sekolah sama sekali. Yang kedua, anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Nah, yang ketiga, anak yang drop out," tuturnya.
Dalam kegiatan audiensi dan dialog pendidikan tersebut, Fajar meminta para guru yang hadir, turut serta dalam menurunkan angka ATS. Menurut dia, cara yang dilakukan bisa dengan mengajak secara persuasif ATS agar kembali melanjutkan pendidikan.
"Saya mohon titip kepada Bapak, Ibu, yang meskipun guru formal di sekolah, ketika menyaksikan ada anak sekitarnya yang ATS, tolong diajak, Pak. Didakwahi, Pak, untuk bisa ikut sekolah lagi," imbuhnya.
Menurutnya, anak yang tidak memungkinkan mengikuti pendidikan formal secara reguler dapat diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Di samping itu, Fajar mengungkapkan pemerintah saat ini telah menghadirkan program pendidikan formal melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurutnya, program tersebut dapat membuka akses pendidikan bagi ATS yang terkendala faktor geografis, ekonomi, maupun keterbatasan lainnya.
Dengan demikian, ATS tidak hanya dapat diarahkan melalui PKBM, tetapi juga bisa memanfaatkan jalur PJJ untuk kembali mendapatkan akses pendidikan.
"Kalau memang enggak bisa ikut sekolah formal tiap hari masuk, didorong untuk masuk PKBM kejar paket, ijazahnya sama nilainya dengan yang formal. Kalau masih susah, pakai jalur PJJ. Supaya angka ATS menurun," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!