Di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Inflasi Jawa Barat 2025 Tetap Terkendali

ED
Rabu, 7 Januari 2026 | 16:00 WIB
Bagikan
Di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Inflasi Jawa Barat 2025 Tetap Terkendali

VISI.NEWS|BANDUNG -Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan harga pangan serta energi sepanjang 2025, perekonomian Jawa Barat menunjukkan ketahanan yang kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat inflasi hingga akhir 2025 tetap berada dalam rentang sasaran pemerintah, disertai kinerja perdagangan luar negeri yang solid.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, menyampaikan bahwa inflasi Jawa Barat secara kumulatif sepanjang 2025 tercatat sebesar 2,63 persen, baik secara year to date maupun year on year. Angka tersebut masih berada dalam target inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen. “Inflasi Jawa Barat tahun 2025 sebesar 2,63 persen dan ini masih sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah,” ujar Darwis saat rilis resmi statistik di Kantor BPS Jawa Barat, Senin, 5 Januari 2026.

Pada Desember 2025, inflasi bulanan Jawa Barat tercatat sebesar 0,43 persen. Darwis menjelaskan, seluruh kabupaten dan kota yang menjadi daerah pantauan inflasi mengalami kenaikan harga. Kabupaten Subang mencatat inflasi tertinggi secara bulanan sebesar 0,69 persen, disusul Kota Bandung sebesar 0,51 persen, Kota Bogor sebesar 0,46 persen, dan Kabupaten Bandung sebesar 0,44 persen. “Sementara inflasi di bawah angka Jawa Barat month to month terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,42 persen, Kota Tasikmalaya 0,40 persen, Kota Bekasi 0,39 persen, Kota Depok dan Kota Sukabumi masing-masing 0,37 persen, serta Kabupaten Majalengka 0,29 persen,” kata Darwis.

Menurut Darwis, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi bulanan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,17 persen. Namun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru memberikan andil inflasi terbesar. “Kelompok makanan, minuman, dan tembakau inflasinya 0,97 persen, tetapi andilnya paling tinggi yaitu 0,31 persen,” ujarnya. Kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 0,36 persen.

Komoditas yang paling mendorong inflasi Desember 2025 antara lain cabai rawit, daging ayam ras, emas perhiasan, bensin, serta telur ayam ras. Sebaliknya, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. “Komoditas yang memberikan andil deflasi tertinggi adalah cabai merah dan jengkol,” ujar Darwis. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras dipicu meningkatnya permintaan, sementara inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga emas internasional dan bensin. “Inflasi Desember masih didorong kenaikan harga emas dunia dan bensin,” katanya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.