Di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Inflasi Jawa Barat 2025 Tetap Terkendali
Secara tahunan, Darwis menyebut capaian inflasi Jawa Barat tergolong menggembirakan. Sejumlah daerah memang mencatat inflasi di atas rata-rata provinsi, seperti Kota Sukabumi, Kota Bekasi, Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Bandung, dan Kota Tasikmalaya. Namun, beberapa daerah lainnya masih berada di bawah angka provinsi. “Kota Depok, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Subang inflasinya masih di bawah Jawa Barat,” ujar Darwis.
Berdasarkan kelompok pengeluaran secara year on year, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 15,91 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,74 persen. Satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. “Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,19 persen,” kata Darwis.
Dari sisi komoditas tahunan, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar, diikuti cabai rawit dan daging ayam ras. Sementara itu, bawang putih, tomat, dan tarif kereta api menjadi penahan inflasi. “Emas perhiasan memberikan andil inflasi tahunan tertinggi, sedangkan bawang putih dan tomat justru memberikan andil deflasi,” ujarnya.
Dengan inflasi yang tetap terkendali di tengah tekanan ekonomi global, Darwis menilai stabilitas harga di Jawa Barat menjadi modal penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi daerah.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!