Di Great Bandung, Sampah Berubah Jadi Voucher

ED
PN
Senin, 14 September 2026 | 05:58 WIB
Bagikan
Di Great Bandung, Sampah Berubah Jadi Voucher

“Memilah itu harus ada pengetahuan dan edukasinya. Maka, kita mulai masuk lewat edukasi dan sosialisasi. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggunakan Gaslah. Itu yang resmi. Yang inisiatif komunitas seperti Great Bandung ini kan memaksa orang untuk mengetahui apa dan bagaimana cara memilah,” jelasnya.

Di titik inilah gerakan seperti Great Bandung memiliki arti penting. Ketika sampah memiliki nilai ekonomi, masyarakat memiliki alasan tambahan untuk tidak mencampurkannya begitu saja.

Sampah kertas tidak lagi sekadar kertas bekas. Plastik bersih tidak lagi hanya menjadi barang yang hendak dibuang. Keduanya dapat dikumpulkan, dipilah, ditimbang, lalu ditukar menjadi manfaat.

Lebih jauh lagi, proses tersebut membangun kebiasaan. Masyarakat perlahan diajak memahami bahwa pengelolaan sampah dimulai bukan ketika sampah sudah menumpuk di tempat pembuangan, melainkan sejak seseorang memutuskan apa yang harus dilakukan terhadap barang yang sudah tidak digunakan.

Karena itu, bagi Farhan, teknologi bukan satu-satunya jawaban atas persoalan sampah.

Secanggih apa pun teknologi pengolahan yang digunakan, semuanya akan sulit berjalan maksimal jika sampah sejak awal masih tercampur.

“Karena dari awal yang paling penting kita semua menyadari, mau teknologinya canggih apa pun yang digunakan untuk pengelolaan sampah harus ada pemilahan. Titik,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi inti dari gerakan Great Bandung. Perubahan besar dalam pengelolaan sampah dapat dimulai dari tindakan yang terlihat sederhana: memilah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.