Di AS Facebook, Instagram dan Whatsapp Sudah Online, di Indonesia Masih Down
Pakar keamanan yang melacak situasi mengatakan pemadaman kemungkinan dipicu oleh kesalahan konfigurasi yang membuat arah ke server Facebook tidak tersedia. Itu bisa menjadi hasil dari kesalahan internal, meskipun sabotase oleh orang dalam secara teoritis mungkin.
Peretasan dari luar dianggap lebih kecil kemungkinannya. Serangan penolakan layanan besar-besaran yang dapat membanjiri salah satu situs paling populer di dunia, di sisi lain, akan membutuhkan koordinasi di antara kelompok kriminal yang kuat atau teknik yang sangat inovatif.
https://twitter.com/Facebook/status/1445061804636479493?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1445061804636479493%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fenglish.alarabiya.net%2F2021%2F10%2F04%2FFacebook-Instagram-WhatsApp-down-across-the-globeSeorang karyawan Facebook mengatakan kepada Reuters bahwa semua alat internal mati. Tanggapan Facebook dibuat jauh lebih sulit karena karyawan kehilangan akses ke beberapa alat mereka sendiri dalam penutupan, kata orang yang melacak masalah tersebut.
Beberapa karyawan mengatakan mereka tidak diberitahu apa yang salah.
Raksasa media sosial, yang merupakan platform periklanan digital terbesar kedua di dunia, kehilangan sekitar $545.000 dalam pendapatan iklan AS per jam selama pemadaman, menurut perkiraan dari perusahaan pengukuran iklan Standard Media Index.
Lelucon Twitter
McDonald's dan Twitter memperjelas situasi dengan interaksi tweet.
https://twitter.com/Twitter/status/1445087305052602375?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1445087305052602375%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fenglish.alarabiya.net%2F2021%2F10%2F04%2FFacebook-Instagram-WhatsApp-down-across-the-globeTwitter juga mengeluarkan tweet yang berbunyi: "halo semua orang."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!