RevBits Zero Trust Network Memperkuat Keamanan Jaringan dan Melindungi Aset Digital

ED
Selasa, 5 Oktober 2021 | 05:03 WIB
Bagikan
RevBits Zero Trust Network Memperkuat Keamanan Jaringan dan Melindungi Aset Digital
  • Melindungi dan mengantisipasi kebutuhan akses perusahaan dengan keamanan perimeter yang lebih luas pada seluruh endpointR. 
  • RevBits PAM dan ZTN mencakup visibilitas dan analisis terpadu. 

VISI.NEWS | MINEOLA NY - RevBits, penyedia perangkat lunak yang mewujudkan pertahanan siber 360 derajat, hari ini mengumumkan ketersediaan RevBits Zero Trust Network (ZTN). RevBits ZTN adalah aplikasi jenis thin-client yang menyediakan akses autentik terhadap berbagai aplikasi, layanan, dan data bagi pengguna dan perangkat jarak jauh, didukung keamanan jaringan yang lengkap.

Tenaga kerja yang bekerja jarak jauh dan akses pihak ketiga menambah risiko keamanan bagi dunia usaha. Dengan memindahkan proteksi jaringan ke endpoint, RevBits ZTN mengisolasi dan melindungi aset-aset internal, tanpa menerapkan segmentasi jaringan secara rumit. Mendukung postur keamanan bawaan yang bersifat no-trust, RevBits ZTN menyediakan keamanan data in-transit melalui enkripsi, akses yang aman terhadap aplikasi dan layanan, serta keamanan jaringan melalui autentikasi pengguna dan perangkat.

"Ketika tingkat risiko bagi kalangan perusahaan semakin tinggi, keamanan siber dan kontrol perimeter harus dilakukan," ujar David Schiffer, CEO, RevBits dalam rilis yang diterima VISI.NEWS, Selasa (5/10/2021).

"Enkripsi data bagi pengguna jarak jauh lewat VPN tidak lagi memadai untuk melengkapi keamanan jaringan; organisasi harus menerapkan postur bawaan yang bersifat no-trust."

Dengan mengandalkan inovasi teknologi dari access management marketplace, dan RevBits Privileged Access Management (PAM) yang telah meraih penghargaan, RevBits ZTN memperluas manajemen dan kontrol akses hingga ke jenjang pengguna individual, dilengkapi visibilitas dan analisis terpadu, dari satu vendor tunggal.

Virtual Private Networks (VPN) telah menjadi perangkat keamanan utama bagi akses jarak jauh. Namun, proteksi VPN hanya berfungsi sebagai perimeter jaringan sehingga jaringan internal tetap rentan terserang. VPN menyediakan jenjang proteksi dengan melakukan enkripsi data yang tengah disimpan dan penyamaran data (obfuscation). Meski demikian, VPN tidak mengautentikasi pengguna atau perangkat mereka. Akibatnya, jaringan masih dapat diserang jika identitas pengguna VPN dicuri.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.