Di Ambang Krisis Darah, PMI Bandung Hadapi Tragedi Stok Menipis di Awal 2026

ED
Selasa, 13 Januari 2026 | 15:00 WIB
Bagikan
Di Ambang Krisis Darah, PMI Bandung Hadapi Tragedi Stok Menipis di Awal 2026

VISI.NEWS|BANDUNG -Awal tahun 2026 menjadi periode krusial bagi layanan kesehatan di Kota Bandung. Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Bandung mencatat persediaan labu darah berada jauh di bawah ambang ideal, sementara permintaan dari rumah sakit dan pasien terus meningkat. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat penanganan medis, baik yang bersifat terjadwal maupun darurat.

Juru Bicara UTD PMI Kota Bandung, Budi Widiana, menyebut lonjakan kebutuhan darah sudah terasa sejak awal Januari 2026. Rata-rata permintaan darah harian kini berada di atas 500 kantong per hari.

“Total permintaan darah pada Januari 2026 rerata di atas 500 kantong per hari,” kata Budi di Bandung, Senin, 12 Januari 2026.

Namun, ketersediaan darah justru berbanding terbalik dengan kebutuhan. Budi menjelaskan bahwa hingga Senin dini hari, stok darah masih jauh dari jumlah ideal untuk menjamin pelayanan kesehatan selama beberapa hari ke depan.

“Stok PRC dan trombosit total 100 dan 230 labu per 12 Januari 2026 pukul 00.01 WIB. Jumlah ini masih kurang dari ideal karena persediaan PRC seharusnya 1.200 sampai 1.500 labu untuk kebutuhan tiga hari ke depan,” ujarnya.

Kondisi tersebut sempat berada pada titik yang lebih mengkhawatirkan sehari sebelumnya. Menjelang tengah malam pada Minggu, 11 Januari 2026, stok darah untuk beberapa komponen nyaris habis.

“Per 11 Januari 2026 pukul 23.59 WIB, persediaan PRC hanya 318 labu dan trombosit 83 labu,” kata Budi.

Bahkan, untuk sejumlah jenis darah lain, UTD PMI Kota Bandung sama sekali tidak memiliki cadangan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.