DEWG Presidensi G20 Indonesia: Konektivitas Digital dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19 Perlu Prinsip Inklusif, Memberdayakan, dan Berkelanjutan

ED
Minggu, 13 Februari 2022 | 12:22 WIB
Bagikan
DEWG Presidensi G20 Indonesia: Konektivitas Digital dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19 Perlu Prinsip Inklusif, Memberdayakan, dan Berkelanjutan

Sekjen Mira Tayyiba menyatakan bahwa pembahasan mengenai migrasi aktivitas fisik ke ruang digital juga akan memperhatikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi sebagai backbone atau tulang punggung layanan digital untuk masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian Kementerian Kominfo adalah upaya perawatan infrastruktur yang tersedia.

“Aspek ini patut diperhatikan, misalkan ketika terjadi bencana alam. Beberapa waktu lalu, terjadi aktivitas vulkanik di daerah Papua sehingga kabel laut kita putus. Akibatnya, akses layanan internet di sana terhambat,” tuturnya.

Di samping itu, menurut Sekjen Kementerian Kominfo, ketahanan terhadap infrastruktur digital atas serangan siber juga menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia. Dengan prinsip inklusivitas, pemberdayaan, dan keberlanjutan, Kementerian Kominfo juga akan membahas dalam isu konektivitas digital dan pascapandemi dalam Forum DEWG Presidensi G20 Indonesia.

“Prinsip-prinsip inklusivitas, pemberdayaan, dan keberlanjutan ini lebih dari sekadar kehadiran fisik, antara ada atau tidak ada. Fokus yang lebih utama adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi digital secara produktif sehingga bisa menghasilkan suatu nilai ekonomi,” tandasnya.

Tanggung Jawab Digital

Salah satu aspek pembahasan DEWG yang berkaitan dengan konektivitas digital adalah mendorong solusi bagi Indonesia agar mobilitas dan interaksi fisik masyarakat tetap terjaga dan roda perekonomian tetap berjalan. Oleh karena itu, Kepala Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran (FISIP Unpad), Arfin Sudirman, sebagai National Knowledge Partner DEWG menyatakan ekosistem digital harus menjadi sektor penting yang perlu diimplementasikan.

“Telah terjadi suatu revolusi, di mana dengan adanya pandemi ini, kita dipaksa menggunakan perangkat atau teknologi digital dan mendorong perekonomian untuk tetap berjalan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian Departemen HI FISIP Unpad, Indonesia sangat membutuhkan transformasi digital karena tidak semua masyarakat dapat menjangkau layanan Internet of Things.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.