Dewan Pers Bakal Menggelar Workshop Peliputan Pemilu 2024 di 23 Provinsi
VISI.NEWS | JAKARTA - Dewan Pers dalam waktu dekat akan mengadakan Workshop Peliputan Pemilu 2024. Workshop ini akan digelar di 23 provinsi dan diharapkan bisa mewakili peserta dari 34 provinsi.
Menurut rencana, workshop akan diselenggarakan mulai akhir Juni hingga November 2023. Dalam setiap pelaksanaan workshop akan mengundang 50 peserta. Sekitar 40-45 peserta merupakan jurnalis dan sisanya adalah pejabat humas dari pemangku kepentingan (pemda setempat, kepolisian, Bawaslu daerah, maupun Komisi Pemilihan Umum Daerah).
Saat memberi sambutan dalam Kick Off Workshop Peliputan Pemilu 2024 di Hall Dewan Pers, Ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu, mengungkapkan bahwa pers menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemilu.
“Pers bertanggung jawab melahirkan dan menjaga nilai-nilai demokrasi agar sesuai dengan tujuan penyelenggaraan pemilu,” kata Ninik, di Jakarta, Baru-baru ini.
Ia menambahkan, pers bertanggung jawab memberikan informasi yang akurat, kredibel, dan dapat menambah daya intelektual masyarakat. Pers juga tidak bisa lepas dari fungsi kontrol terhadap apa yang diketahui. Kritikan dan masukan yang disampaikan pers hendaknya memenuhi kebutuhan informasi masyarakat dan tidak sekadar sesuai keinginan rakyat saja.
Sesuai amanah Undang-Undang Pers, tutur Ninik, pers wajib memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi. Hak mendapatkan informasi dan hak kebebasan berekspresi ini pada dasarnya merupakan hak asasi manusia.
Dalam acara yang dihadiri oleh para wakil partai politik itu, anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Tulus Santoso, mengutarakan dalam pemberitaan tentang pemilu, isu besarnya adalah soal netralitas media.
Hal tersebut akhir-akhir ini menurutnya kian menjadi sorotan khalayak lantaran beberapa media massa dan penyiaran memiliki kedekatan dengan figur politik tertentu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!