Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Persija Gagal Manfaatkan Peluang, Persib Nyaris Nambah Gol ke-3 4 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Persija Gagal Manfaatkan Peluang, Persib Nyaris Nambah Gol ke-3 4 Aug 2026

Derita Wanita Suriah, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

ED
Rabu, 15 Februari 2023 | 05:44 WIB
Bagikan
Derita Wanita Suriah, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Konflik dan keruntuhan ekonomi membuat jutaan orang bergantung pada bantuan internasional. Sekarang ditambahkan ke litani kesulitan adalah kehancuran akibat gempa bumi, yang menewaskan lebih dari 31.000 orang dan membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal di Turki selatan dan Suriah utara.

Dengan rumah sakit yang dibanjiri oleh korban gempa, Ayesha tidak bisa mendapatkan layanan medis untuk merawat dan memantau penyakit livernya. Dia dan suaminya sama-sama kehilangan sumber pendapatan akibat gempa. Taksinya hancur, dan stok pakaiannya yang pernah dia jual ke tetangga hancur.

Mereka tidak punya apa-apa untuk menafkahi keenam anak mereka dan lima cucu mereka, termasuk dua yang dia asuh setelah salah satu putranya terbunuh dalam perang. Mereka harus berbagi kasur untuk tidur di tenda mereka.

“Jika kesulitan adalah tanda cinta Tuhan, berarti Tuhan sangat mencintai rakyat Suriah,” kata Aisyah sambil berlinang air mata. Seperti kebanyakan wanita di komunitas konservatif ini, dia berbicara dengan syarat nama belakangnya dirahasiakan.

Tenda mereka berada di sebuah kamp untuk korban gempa di Atareb, bagian dari wilayah yang dikuasai oposisi terakhir di Suriah barat laut, yang telah mengalami pemboman dan pertempuran selama bertahun-tahun.

Berjalan di antara deretan rumah yang hancur di kota, sulit untuk membedakan mana yang runtuh akibat gempa dan mana akibat operasi militer yang intens di puncak pertempuran.

Perang Suriah telah memuat beban dan isolasi khusus pada wanita, dengan begitu banyak pria yang terbunuh, ditahan, cacat atau dipaksa keluar dari negara tersebut. Jumlah rumah tangga yang dikepalai perempuan di seluruh Suriah meningkat sekitar 80% menjadi lebih dari seperlima rumah tangga pada tahun 2020, menurut PBB.

Bahkan sebelum gempa, lebih dari 7 juta perempuan dan anak perempuan di seluruh Suriah membutuhkan layanan kesehatan kritis dan dukungan terhadap kekerasan fisik dan seksual. Perkawinan anak sedang meningkat, dan ratusan ribu anak perempuan putus sekolah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.