Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Persija Gagal Manfaatkan Peluang, Persib Nyaris Nambah Gol ke-3 4 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Persija Gagal Manfaatkan Peluang, Persib Nyaris Nambah Gol ke-3 4 Aug 2026

Derita Wanita Suriah, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

ED
Rabu, 15 Februari 2023 | 05:44 WIB
Bagikan
Derita Wanita Suriah, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

- "Kami lelah," kata Aisyah. “Selama 12 tahun, kami tidak tidur semalaman karena takut akan bom, serangan udara, atau pengungsian. Sekarang kami mengalami pengungsian abadi,” katanya.

VISI.NEWS | SURIAH - Derita para wanita di Suriah tak ubahnya sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah satu dekade dilanda perang saudara, lalu tertimpa bencana gempa dahsyat. Bantuan internasional sebagai pelipur luka mereka, ternyata harus terganjal urusan konflik tiada henti.

Terbungkus selendang wol tebal melawan hawa dingin, Ayesha menyeret kakinya, cucu perempuannya yang masih balita mengikuti di belakangnya, saat mereka berjalan kaki selama 15 menit dari tendanya ke kamar mandi terdekat di gedung terdekat, satu-satunya tempat mereka harus mandi.

Tujuh hari setelah gempa meratakan rumah mereka di kota Atareb, Suriah barat laut, pria berusia 43 tahun itu masih tidak memiliki akses ke air, listrik, atau panas untuknya dan 12 anggota keluarganya, semuanya dijejalkan ke dalam satu tenda.

"Ketika saya melihat rumah kami, saya bertanya-tanya bagaimana ada orang yang keluar hidup-hidup?" kata Aisyah.

"Mungkin akan lebih baik jika aku mati," tambahnya.

"Saya datang dari bawah puing-puing itu membawa puing-puing seluruh dunia di pundak saya."

Dia tidak tahu berapa banyak lagi yang bisa dia dan warga Suriah lainnya ambil. Wanita khususnya telah memikul tanggung jawab menjaga keluarga yang hancur bersama selama 12 tahun terakhir perang saudara.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.