DeepSeek AI China Jadi Sorotan Global, Beberapa Negara Larang Penggunaannya
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 6 Februari 2025 | 20:40 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - DeepSeek, kecerdasan buatan asal China, semakin mendapatkan perhatian global, namun tidak selalu dalam konteks positif. Aplikasi ini, yang mulai dikenal sejak Januari 2025, telah menjadi sangat populer di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat, dengan banyaknya unduhan di App Store dan Google Play. Meskipun kemampuannya mengesankan, banyak negara kini melarang penggunaannya karena khawatir terhadap pengelolaan data sensitif.
DeepSeek pada dasarnya serupa dengan chatbot AI lainnya seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude, di mana AI ini mampu memahami dan merespons perintah pengguna. Namun, DeepSeek diklaim lebih pintar dengan biaya langganan yang lebih murah. Aplikasi ini mengumpulkan data pribadi pengguna seperti alamat IP, riwayat percakapan, file yang diunggah, serta aktivitas keyboard. Kekhawatiran muncul karena data ini disimpan di server yang berada di bawah regulasi pemerintah China, yang berpotensi menimbulkan risiko pengawasan tanpa izin dan kebocoran data.
Larangan Penggunaan DeepSeek di Beberapa Negara:
- Taiwan: Kementerian Urusan Digital Taiwan melarang penggunaan DeepSeek di sektor pemerintahan dan infrastruktur untuk melindungi privasi data dan keamanan informasi negara.
- Italia: Badan Perlindungan Data Italia (Garante) memblokir aplikasi ini setelah ditemukan risiko besar terhadap privasi pengguna yang tidak memenuhi standar perlindungan data Uni Eropa (GDPR).
- Amerika Serikat: Beberapa lembaga pemerintah, termasuk Pentagon dan NASA, melarang penggunaan DeepSeek oleh staf mereka. Gubernur Texas juga menyatakan kebijakan tersebut untuk melindungi infrastruktur negara dari ancaman siber.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!