Dedi Mulyadi Ungkap Efektivitas WFH di Jabar
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa, Barat Dedi Mulyadi, menilai kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak Januari 2026 berjalan efektif, tanpa mengganggu pelayanan masyarakat.
Hal tersebut juga selaras dengan rencana Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penerapan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah antisipasi lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Dedi menyebut, selama penerapan WFH, tidak ada kendala berarti dalam aspek administrasi pemerintahan. Bahkan, realisasi belanja anggaran tetap optimal.
"Efektif. Ya, lihat saja produk pembangunannya. Produk pembangunannya berhasil atau tidak, ukurannya itu saja," ujar Dedi Mulyadi dikutip dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Menurut Dedi, pengurangan mobilitas pegawai melalui kebijakan WFH berkontribusi langsung terhadap penurunan konsumsi BBM di lingkungan pemerintah.
"Dengan WFH kita kan sudah lama BBM-nya berkurang. Kita kan sudah berlangsung lama, artinya tidak ada problem dengan itu semua," katanya.
Dedi menambahkan, kebijakan tersebut juga berdampak pada efisiensi belanja rutin pemerintah daerah. Pengeluaran operasional, termasuk untuk transportasi, menjadi lebih rendah.
"Berdampak pada itu, pada belanja pemerintahnya. Belanja rutinnya menjadi menurun, kan itu sudah lama BBM-nya menurun," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!