Dedi Mulyadi Temui Guru SMAN 1 Bandung, Tanggapi Gugatan Lyceum Kristen
"Jadi mereka ngaku penerus ya," kata Dedi kepada guru.
Dedi balik bertanya, apakah penggugat sudah menjadi orang sini sejak zaman Belanda?
"Ya belum, mereka belum lahir," kata Dedi.
Jika Belanda masih ada sekarang, dia yakin, akan mengikhlaskan bangunannya dipakai untuk sekolah.
"Saya yakin Belanda kalau ketemu sama saya, (bilang) dulu saya bangun di Indonesia numpang, ya pakai saja sekolahnya. pasti Belanda ngomong gitu," kata Dedi.
Terlebih, lanjut dia, perkumpulan yang membawa-bawa nama Tuhan. Dedi yakin Tuhan akan lebih suka jika dipakai sekolah dibanding digugat.
Dia berharap, hakim yang menangani perkara ini bisa mendengar keluhan guru. Anak-anak yang sekolah di sini, kata Dedi, tidak mungkin harus pindah ke tempat lain dan enggak mungkin negara harus ngeluarin duit lagi beli tanah di Bandung yang harganya mencapai ratusan miliar.
"Teu kira-kira, jang kawin ge euweuh," ujar Dedi sembari tertawa. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!