Dedi Mulyadi: Pembangunan Eiger Camp Merusak Ekosistem di Kaki Gunung Tangkuban Parahu
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 29 Maret 2025 | 19:16 WIB
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG BARAT - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan meneliti ulang izin pembangunan wisata Eiger Camp yang berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pembangunan wisata ini diduga melanggar aturan tata ruang dan telah disegel oleh Satpol PP Jawa Barat karena adanya pelanggaran lingkungan.
"Saya akan teliti kenapa izinnya keluar, dan kenapa Pemerintah Bandung Barat memberikan izin," ujar Dedi dalam video media sosial Instagram di akun @dedimulyadi71, Sabtu (29/3/2025).
Eiger Camp berdiri di lahan perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara VIII, tepatnya di Kampung Sukawana, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, KBB.
Dedi mempertanyakan alasan di balik keluarnya izin pembangunan ini, terutama dari pihak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Dedi terlihat meninjau langsung lokasi yang kini sebagian areanya telah dipasangi rangka baja. Ia menilai pembangunan Eiger Camp dapat merusak ekosistem kaki Gunung Tangkuban Parahu serta mengancam keseimbangan lingkungan.
"Ini mengancam ekosistem dan lingkungan dan mungkin akan timbulkan bencana, karena ini di kaki gunung," ungkap Dedi.
Selain itu, Dedi juga menyoroti posisi Eiger Camp yang berdekatan dengan Situ Lembang, sebuah kawasan strategis yang sering digunakan oleh satuan elite Kopassus untuk latihan militer. Menurutnya, area ini seharusnya tetap menjadi hutan lebat dan tidak boleh dialihfungsikan.
Gubernur Jabar menilai pemerintah daerah telah keliru dalam penerapan aturan tata ruang, dengan memberikan izin pembangunan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.
Ia memperingatkan bahwa kelalaian ini tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga merugikan pengusaha yang sudah mendapat izin namun akhirnya harus menghentikan proyeknya.
"Tetapi juga sikap seperti ini merugikan pengusaha karena sudah dikasih izin, pada akhirnya harus ditutup karena izinnya tidak diteliti dengan baik," ucap Dedi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!