Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026

Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Area Resapan di Puncak Bogor Menjadi Hijau

Desi Rossilawati
Jumat, 7 Maret 2025 | 11:45 WIB
Bagikan
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Area Resapan di Puncak Bogor Menjadi Hijau

VISI.NEWS | BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau pembongkaran bangunan di kawasan wisata Hibisc Fantasy, Puncak, Bogor.

Dedi mengatakan dirinya ingin seluruh kawasan resapan air kembali dihijaukan.

"Catatannya sih kalau saya seusai dengan komitmen awal ingin kembali menjadi area perbukitan. Peruntukannya sebagai area resapan air yang ditanami pohon, hutan, sehingga ini menjadi hijau kembali dan tidak lagi menjadi problem lingkungan di wilayah ini," kata Dedi dikutip dari keterangannya, Jumat (7/3/2025).

Namun, dedi mengatakan, tidak serta merta hal tersebut bisa dilakukan. Dia menjelaskan mekanisme seperti apa yang wajib ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut.

"Mewujudkan komitmen itu kan harus ada mekanisme hukum yang dijalani. Apalagi ini telah menjadi wilayah penyelidikan dan pendidikannya Kementerian Lingkungan Hidup," terangnya.

"Tentu ranahnya adalah ranah Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan kesalahan apa yang dilakukan oleh pengembang usaha pariwisata ini," lanjutnya.

Secara pribadi, Dedi ingin bangunan di kawasan wisata tersebut dibongkar seluruhnya. Ia ingin menjadikannya kawasan hutan.

"Dari sisi aspek keinginan saya, itu dilakukan pembongkaran seluruhnya. Saya ingin daerah ini dikelola untuk hutan kalau misalnya teh agak sulit," jelasnya.

Namun ia menyebutkan perlu ada keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sebab yang menjadi persoalan, bangunan tersebut ada yang sudah berizin.

"Menuju arah itu, kita harus menunggu keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup karena sudah wilayah penyelidikan dan penyidikannya. Karena yang jadi problem, bangunan ini sudah ada izinnya," ucapnya.

Dedi menegaskan bahwa area resapan yang perlu dihijaukan kembali bukan hanya di area wisata tersebut. Tapi seluruh daerah resapan di kawasan Puncak.

"Yang paling utama saya tegaskan Pemprov Jabar menginginkan bukan hanya di daerah PT Jaswita ini. Seluruh area yang itu berada pada wilayah perkebunan, kehutanan, yang memiliki fungsi serapan air yang bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan hilir baik di Karawang, Bekasi, dan Jakarta dari banjir, saya ingin dikembalikan menjadi area hutan," imbuhnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.