Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Siswa Nakal
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi./visi.news/ist.
Program sekolah swasta gratis merupakan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Setiap tahun, jumlah calon siswa yang mendaftar ke sekolah negeri lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia.
Berdasarkan data Pemprov Jawa Barat, terdapat lebih dari 70 ribu calon siswa yang berpotensi tidak tertampung setelah proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mendistribusikan siswa ke sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU).
Melalui skema tersebut, siswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa dibebani sejumlah biaya pendidikan yang biasanya ditanggung orang tua.
Dalam program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung sejumlah komponen biaya pendidikan selama tiga tahun masa studi, antara lain uang pangkal, uang bangunan, dan iuran bulanan sekolah.
Nilai bantuan yang diberikan mencapai sekitar Rp2,7 juta per siswa setiap tahun. Selain itu, sekolah swasta yang menerima siswa juga tetap memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.
Dedi menegaskan bahwa program tersebut difokuskan untuk membantu masyarakat dari kelompok ekonomi menengah ke bawah agar tetap memperoleh akses pendidikan.
"Yang kita lindungi adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Mereka harus bersekolah," tutur dia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!