Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026

Dede Farhan: Koperasi Tak Berkembang karena Kebanyakan Dikerjakan oleh Sisa Tenaga

ED
Jumat, 13 Januari 2023 | 16:08 WIB
Bagikan
Dede Farhan: Koperasi Tak Berkembang karena Kebanyakan Dikerjakan oleh Sisa Tenaga

VISI.NEWS | BANDUNG - Koperasi itu kebanyakan dikerjakan oleh tenaga sisa, waktu sisa dan modal sisa, sehingga wajar kalau sisa hasil usaha (SHU)-nya juga sisa. Makanya, koperasi di Indonesia menjadi sulit untuk maju.

Demikian diungkapkan tokoh multi talent Dr. Ir. H. Dede Farhan Aulawi saat berdialog di TV Harmoni (TVH) yang disiarkan melalui YouTube, Jumat (13/1/2022).

Dede mengungkapkan, kebanyakan koperasi di kita masih dikelola oleh pengurus yang merangkap sebagai pengelola. Sedangkan, tenaga dan pikiran mereka juga sisa setelah siangnya bekerja pada pekerjaan rutinnya sehari-hari.

"Demikian juga masyarakatnya, kebanyakan kalau nabung di bank tapi kalau minjam ke koperasi. Belum lagi waktunya bayar sangat sulit, sehingga koperasi semakin sulit berkembang," kata Dede Farhan.

Ia juga mengungkapkan stigma yang berkembang di masyarakat kalau pemerintah membuat program penyaluran dana dianggapnya dana hibah. "Masyarakat di kita masih beranggapan kalau pinjaman itu dianggap hibah. Dianggapnya uang dari pemerintah, jadi kalau tidak dikembalikan juga tidak apa-apa," ungkapnya.

Diungkapkannya, sebetulnya pemerintah kalau mau bermitra tidak susah. Ada koperasi kredit (Kopdit). Di koperasi kredit (credit union) sistemnya sudah lebih baik dan kebetulan ia pernah menjadi orang nomor dua di Kopdit Indonesia.

"Kalau ada pinjaman yang besar di Kopdit dananya tidak mencukupi bisa meminjam ke Puskopdit di tingkat Jawa Barat. Dan, kalau masih tidak cukup bisa ke Inkopdit di tingkat nasional. Kalau masih ridak cukup juga bisa ke kopdit tingkat Asia The Association of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU), kalau masih tidak mencukupi juga bisa ke tingkat dunia WOCCU (World Council of Credit Unions). "Di Kopdit tidak ada bantuan dari pemerintah, tapi dari anggota oleh anggota untuk anggota," tandasnya.

Bantuan pemerintah itu, kata Dede Farhan, sebetulnya sudah bagus, ada pinjaman bergulir. Sayang, seringnya bantuan pemerintah tidak balik lagi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.