Dede Farhan: Koperasi Tak Berkembang karena Kebanyakan Dikerjakan oleh Sisa Tenaga
VISI.NEWS | BANDUNG - Koperasi itu kebanyakan dikerjakan oleh tenaga sisa, waktu sisa dan modal sisa, sehingga wajar kalau sisa hasil usaha (SHU)-nya juga sisa. Makanya, koperasi di Indonesia menjadi sulit untuk maju.
Demikian diungkapkan tokoh multi talent Dr. Ir. H. Dede Farhan Aulawi saat berdialog di TV Harmoni (TVH) yang disiarkan melalui YouTube, Jumat (13/1/2022).
Dede mengungkapkan, kebanyakan koperasi di kita masih dikelola oleh pengurus yang merangkap sebagai pengelola. Sedangkan, tenaga dan pikiran mereka juga sisa setelah siangnya bekerja pada pekerjaan rutinnya sehari-hari.
"Demikian juga masyarakatnya, kebanyakan kalau nabung di bank tapi kalau minjam ke koperasi. Belum lagi waktunya bayar sangat sulit, sehingga koperasi semakin sulit berkembang," kata Dede Farhan.
Ia juga mengungkapkan stigma yang berkembang di masyarakat kalau pemerintah membuat program penyaluran dana dianggapnya dana hibah. "Masyarakat di kita masih beranggapan kalau pinjaman itu dianggap hibah. Dianggapnya uang dari pemerintah, jadi kalau tidak dikembalikan juga tidak apa-apa," ungkapnya.
Diungkapkannya, sebetulnya pemerintah kalau mau bermitra tidak susah. Ada koperasi kredit (Kopdit). Di koperasi kredit (credit union) sistemnya sudah lebih baik dan kebetulan ia pernah menjadi orang nomor dua di Kopdit Indonesia.
"Kalau ada pinjaman yang besar di Kopdit dananya tidak mencukupi bisa meminjam ke Puskopdit di tingkat Jawa Barat. Dan, kalau masih tidak cukup bisa ke Inkopdit di tingkat nasional. Kalau masih ridak cukup juga bisa ke kopdit tingkat Asia The Association of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU), kalau masih tidak mencukupi juga bisa ke tingkat dunia WOCCU (World Council of Credit Unions). "Di Kopdit tidak ada bantuan dari pemerintah, tapi dari anggota oleh anggota untuk anggota," tandasnya.
Bantuan pemerintah itu, kata Dede Farhan, sebetulnya sudah bagus, ada pinjaman bergulir. Sayang, seringnya bantuan pemerintah tidak balik lagi.
"Dimana program dana bergulir yang jalan. Tidak. Tidak ada yang balik lagi. Makanya sistem kontrolnya, sistem pembinaannya harus baik. Di Kopdit itu begitu ada pinjaman ada pembinaan dan ada perbaikkan. Sehingga anggota diuntungkan cara mengelola keuangannya menjadi lebih baik, koperasinya juga diuntungkan karena cicilan anggota berjalan dengan baik," ungkapnya.@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!