Dede Farhan Aulawi Jadi Narasumber di Kogabwilhan II Mabes TNI
- Jangka pendek: Pengamanan pelaksanaan pesta demokrasi 2024 dari kemungkinan adanya gerakan dalam negeri (DN) atau luar negeri (LN) yang akan mengganggu keamanan nasional (national security).
- Jangka menengah: Membangun kepekaan wilayah (territorial awareness), Cipta, Eka, dan Dharma (CEDI) dan Dharma, Eka, dan Cipta (DEDI), serta melaksanakan tugas luar negeri sebagai pasukan penjaga perdamaian (peace keeping operation) di bawah bendera PBB.
- Jangka panjang: Pembinaan terhadap segenap sumber daya nasional guna mendukung kepentingan nasional, termasuk di dalamnya kepentingan pertahanan.
Selain itu, ia juga menyampaikan program solutif berupa penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengemban fungsi pembina kewilayahan, inovasi program Binpotwil dengan format yang disesuaikan pada lingkungan masyarakatnya (tingkat akseptabilitas tinggi dan resistensi level rendah), semua program akan bermuara pada upaya peningkatan kohesi sosial kemanunggalan TNI-rakyat, peningkatan kerjasama dengan seluruh fungsi terkait di dalam dan di luar TNI.
Oleh karenanya, ia menilai perlu untuk terus melakukan terobosan inovatif dalam melakukan pembinaan kewilayahan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam strategi pertahanan negara. "Selamat mengemban tugas mulia untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa dan negara," ujarnya.
Dede Farhan Aulawi merupakan salah satu tokoh muda yang aktif berkontribusi dalam berbagai bidang, terutama di pertahanan keamanan, kepariwisataan, pendidikan, sosial, dan politik. Ia juga dikenal sebagai mantan anggota Kompolnas RI, pernah mengunjungi lebih 150 negara di dunia, pendiri Genppari dll.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!