Debat Cawapres: Muhaimin, Gibran, dan Mahfud Saling Serang Soal Pangan, Energi, dan Lingkungan

ED
Minggu, 21 Januari 2024 | 20:39 WIB
Bagikan
Debat Cawapres: Muhaimin, Gibran, dan Mahfud Saling Serang Soal Pangan, Energi, dan Lingkungan

"Saya kira Pak Mahfud tidak paham apa itu negara hukum. Negara hukum itu bukan hanya soal aturan, tapi juga soal penegakan dan keadilan. Pak Mahfud bilang mau mengatur dan mengawasi pengelolaan sumber daya alam, tapi di sisi lain dia juga tidak mau menyelesaikan konflik lahan dan mengakui hak-hak masyarakat adat. Ini kan tidak adil," sindir Cak Imin.

"Saya kira Pak Cak Imin tidak paham apa itu negara demokrasi. Negara demokrasi itu bukan hanya soal kebebasan, tapi juga soal tanggung jawab dan konsensus. Pak Cak Imin bilang mau menghormati hak-hak masyarakat adat, tapi di sisi lain dia juga tidak mau mengikuti aturan yang berlaku. Ini kan tidak bertanggung jawab," sahut Mahfud.

"Saya kira Pak Mahfud dan Pak Cak Imin tidak paham apa itu negara maju. Negara maju itu bukan hanya soal angka, tapi juga soal kualitas dan kesejahteraan. Pak Mahfud dan Pak Cak Imin bilang mau membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkeadilan, tapi di sisi lain mereka juga tidak mau melihat kenyataan bahwa rakyat kita masih banyak yang kelaparan, miskin, dan tertinggal. Ini kan tidak sesuai dengan visi kita," cetus Gibran.

Pada segmen keempat dan kelima, ketiga cawapres mendapat pertanyaan dari moderator yang bersumber dari masyarakat. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup topik-topik seperti pengelolaan sampah, bencana alam, ketahanan energi, diversifikasi pangan, reforma agraria, dan pemberdayaan desa.

Cak Imin, Gibran, dan Mahfud berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan memberikan contoh-contoh konkret dan solusi-solusi praktis. Mereka juga berupaya menunjukkan empati dan simpati kepada masyarakat yang mengajukan pertanyaan.

"Saya sangat prihatin dengan kondisi lingkungan di Indonesia, terutama masalah sampah. Sampah itu bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal kesehatan dan ekonomi. Kami punya program untuk mengatasi masalah sampah, yaitu dengan menerapkan sistem 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Kami juga akan memberikan insentif dan fasilitas kepada masyarakat yang mau mengelola sampah secara mandiri dan kreatif," kata Gibran.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.