Debat Cawapres: Muhaimin, Gibran, dan Mahfud Saling Serang Soal Pangan, Energi, dan Lingkungan

ED
Minggu, 21 Januari 2024 | 20:39 WIB
Bagikan
Debat Cawapres: Muhaimin, Gibran, dan Mahfud Saling Serang Soal Pangan, Energi, dan Lingkungan

Mahfud, cawapres nomor urut 3, mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Indonesia yang harmonis, sejahtera, dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti peran penting negara dalam mengatur dan mengawasi pengelolaan sumber daya alam, energi, dan pangan.

"Kami percaya bahwa pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Kami percaya bahwa negara harus hadir sebagai pengayom, pengatur, dan pengawas dalam pengelolaan sumber daya alam, energi, dan pangan. Kami percaya bahwa masyarakat adat dan desa adalah mitra strategis negara dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami percaya bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju, adil, dan berdaulat jika kita semua bersatu dan bekerja sama," tutur Mahfud.

Pada segmen kedua dan ketiga, ketiga cawapres mendapat pertanyaan dari panelis yang terdiri dari 11 orang ahli dari berbagai bidang. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi isu-isu seperti krisis iklim, subsidi energi, kedaulatan pangan, reforma agraria, konflik lahan, dan perlindungan masyarakat adat dan desa.

Cak Imin, Gibran, dan Mahfud saling beradu data, fakta, dan argumen untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mereka juga tidak segan-segan untuk menyerang dan menanggapi pernyataan-pernyataan dari cawapres lain.

Berikut adalah beberapa kutipan-kutipan langsung dari debat cawapres kedua:

- "Saya kira Pak Gibran tidak paham apa itu krisis iklim. Krisis iklim itu bukan hanya soal cuaca, tapi juga soal dampaknya terhadap kehidupan manusia dan alam. Pak Gibran bilang mau menanam 1 miliar pohon, tapi di sisi lain dia juga mendukung proyek food estate yang merusak hutan dan gambut. Ini kan kontradiktif," kata Cak Imin.

"Saya kira Pak Cak Imin tidak paham apa itu inovasi. Inovasi itu bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal cara berpikir dan bertindak. Pak Cak Imin bilang mau menghapus subsidi energi, tapi di sisi lain dia juga tidak punya rencana untuk mengembangkan energi terbarukan. Ini kan tidak realistis," balas Gibran.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.