DBS Bentuk Konglomerasi Keuangan di Indonesia

ED
PN
Kamis, 3 September 2026 | 06:18 WIB
Bagikan
DBS Bentuk Konglomerasi Keuangan di Indonesia

Jajaran direksi PT Bank DBS Indonesia dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia berfoto bersama usai penandatanganan Akta Jual Beli saham DBSVI di Jakarta, Selasa (1/9/2026). /visi.news/ist

VISI.NEWS - PT Bank DBS Indonesia (DBSI) resmi memperkuat struktur bisnisnya di Indonesia melalui pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS yang melibatkan PT Bank DBS Indonesia dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI).

Langkah tersebut ditandai dengan pengambilalihan saham DBSVI oleh DBSI. Melalui transaksi ini, DBSI secara resmi menjadi pemegang 99% saham DBSVI, sementara 1% saham lainnya tetap dimiliki DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.

Penandatanganan Akta Jual Beli saham DBSVI dilakukan oleh pihak DBSI yang diwakili Direktur Hukum, Kepatuhan dan Sekretariat Imelda Widjaja serta Direktur Keuangan Minarti. Prosesi tersebut turut dihadiri Plt. Presiden Direktur DBSVI Andreas Oen dan jajaran direksi DBSI maupun DBSVI.

Dalam struktur Konglomerasi Keuangan DBS, DBSI akan bertindak sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional, sedangkan DBSVI menjadi anggota Konglomerasi Keuangan DBS.

Langkah ini merupakan bagian dari tahapan pembentukan PIKK yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan atau POJK Nomor 30 Tahun 2024.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan pembentukan konglomerasi tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan DBS di Indonesia.

“Terwujudnya Konglomerasi Keuangan DBS merupakan tonggak penting dalam perjalanan Bank DBS di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memperkuat struktur organisasi, tata kelola, serta pengelolaan risiko yang terintegrasi sesuai dengan ketentuan regulator,” ujar Lim.

Menurutnya, struktur baru tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat sinergi antara layanan perbankan dan pasar modal.

Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan DBS dalam menawarkan solusi keuangan yang lebih komprehensif kepada nasabah, baik korporasi, institusi, maupun individu.

Sinergi tersebut mencakup berbagai kebutuhan finansial, mulai dari layanan perbankan, treasury, pasar modal, hingga investasi.

Bagi nasabah, keterhubungan antarproduk dan layanan diharapkan membuat kebutuhan finansial dapat dilayani melalui ekosistem yang lebih terintegrasi.

Lim menambahkan, penguatan sinergi tersebut sejalan dengan komitmen DBS untuk menjadi mitra tepercaya bagi pertumbuhan bisnis nasabah melalui penyediaan layanan dan solusi finansial yang terhubung secara holistik.

Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS juga menegaskan komitmen DBS Group dalam memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh entitas yang berada dalam kelompok usaha.

Selain itu, langkah tersebut mendukung penerapan pengawasan terintegrasi oleh regulator terhadap lembaga jasa keuangan yang berada dalam satu kelompok.

Plt. Presiden Direktur DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Andreas Oen, menyambut pembentukan konglomerasi tersebut sebagai babak baru bagi DBSVI di Indonesia.

“Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS menandai babak baru dalam perjalanan DBSVI di Indonesia. Dukungan yang semakin kuat dari Grup DBS memungkinkan kami untuk memperluas kapabilitas, meningkatkan kualitas layanan, serta semakin berperan dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia,” kata Andreas.

Menurutnya, kolaborasi yang semakin erat dalam ekosistem DBS dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran DBSVI sebagai bagian dari konglomerasi juga diharapkan memperkuat kemampuan grup dalam menghubungkan layanan pasar modal dengan kebutuhan perbankan nasabah.

Dengan demikian, nasabah dapat memperoleh akses terhadap pilihan solusi keuangan yang lebih luas dalam satu ekosistem.

Sebagai bagian dari grup finansial yang beroperasi di Asia, Bank DBS Indonesia selama ini mengembangkan layanan bagi berbagai segmen, termasuk korporasi, institusi, dan individu.

Masuknya DBSVI dalam struktur konglomerasi memberikan tambahan kapabilitas pada sektor pasar modal sekaligus membuka ruang sinergi dengan bisnis perbankan.

Dari sisi industri, pembentukan konglomerasi ini juga berlangsung di tengah agenda penguatan dan pendalaman pasar modal domestik.

Sinergi antara perbankan dan pasar modal dinilai dapat membantu memperluas pilihan pembiayaan bagi dunia usaha sekaligus memberikan lebih banyak alternatif investasi bagi masyarakat dan investor.

Bagi pelaku usaha, keterhubungan layanan perbankan, treasury, pasar modal, dan investasi dapat mendukung kebutuhan bisnis yang semakin kompleks.

Sementara bagi investor, perkembangan tersebut berpotensi memperluas akses terhadap produk dan layanan investasi yang ditawarkan melalui ekosistem jasa keuangan.

Ke depan, DBSI dan DBSVI akan berada dalam satu kerangka konglomerasi dengan fokus pada penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta sinergi bisnis.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan DBS untuk beradaptasi dengan perkembangan industri jasa keuangan Indonesia yang semakin terintegrasi dan berada dalam pengawasan regulator yang semakin komprehensif.

Dengan kepemilikan 99% saham DBSVI, DBSI kini memiliki posisi strategis untuk mengoptimalkan hubungan antara bisnis perbankan dan pasar modal.

Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS pada akhirnya tidak hanya menjadi perubahan struktur kepemilikan, tetapi juga menjadi fondasi untuk memperluas layanan dan menciptakan solusi keuangan yang lebih terhubung bagi nasabah di Indonesia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.