Dari Walikota Banjar, Anggota DPRD Jabar, Hingga Mendekam Dipenjara 7 Tahun, Ini Profil Singkat Herman Sutrisno
"Pak Herman ini Walikota 2 periode di Kota Banjar, usai masa jabatan habis, di tahun 2013, istri Pak Herman bernama Ade Uu Sukaesih ikut menjadi Calon Walikota Banjar dan menang," sambung Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, MQ Iswara.
Kemudian, kemenangan Ade Uu Sukaesih di Pilkada 2013 berlanjut ke Pilkada 2018, dimana politisi Golkar Banjar itu kembali terpilih untuk yang kedua kalinya hingga saat ini tengah menjabat sebagai Walikota Banjar.
"Bu Ade Uu juga dua periode menjabat sebagai Walikota Banjar hingga saat ini (2022), sementara itu, Pileg 2019, Pak Herman juga terpilih sebaga Anggota DPRD Jabar hingga duduk di Komisi III," papar Iswara baru-baru ini.
Namun karir politik Herman terpaksa terhenti akibat terjerat kasus gratifikasi (suap) hingga ditetapkan tersangka dan ditahan oleh KPK tertanggal 23 Desember 2021 bersama Direktur CV Prima, Rahmat Wardi.
"Kurang lebih 2 tahun menjabat Anggota Dewan DPRD Jabar sejak 2019, Pak Herman terjerat kasus pidana tipikor dan ditahan KPK per Bulan Desember 2021, sehingga posisi Pak Herman pun digantikan," ucapnya.
Hingga akhirnya, Jumat 30 September 2022, Dudy Pamuji resmi dilantik sebagai Anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Herman Sutrisno dengan sisa masa jabatan 2019-2024.
"Kekosongan Fraksi Golkar DPRD Jabar pasca ditinggal Pak Herman, berlangsung nyaris 10 bulan, namun akhir September 2022 kemarin, kursi Anggota Dewan itu sudah terduduki oleh Dudy Pamuji," tambahnya.
Terakhir, Iswara menyebutkan bahwa Dudy Pamuji merupakan Caleg Partai Golkar pada 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama dengan Herman Sutrisno yakni Jabar XIII meliputi Kabupaten Ciamis, Kuningan, Pangandaran dan Kota Banjar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!