Dari Tuduhan ke Fakta Lab: Nasib Pedagang Es Gabus Kemayoran yang Berujung Penganiayaan

ED
Rabu, 28 Januari 2026 | 09:07 WIB
Bagikan
1" data-turn-id="request-695b134a-6ee4-8323-8321-d87c59866fa1-5" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">

VISI.NEWS | JAKARTA — Tuduhan sepihak soal jajanan berbahan berbahaya berujung pilu bagi Suderajat (49), pedagang es gabus keliling yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan Kemayoran. Ia mengaku mengalami kekerasan fisik setelah dagangannya dituding mengandung spons, sebelum hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan produknya aman dikonsumsi.

Peristiwa itu terjadi Sabtu pagi (24/1/2026). Seperti biasa, Suderajat berangkat dini hari dari rumahnya di Bojonggede, Bogor, mengambil sekitar 150 es gabus dari pabrik rumahan di Depok Lama, lalu menuju Kemayoran untuk berjualan di sekitar sekolah dekat Gang Sentiong. Rutinitas yang ia jalani bertahun-tahun itu mendadak berubah mencekam sekitar pukul 10.00 WIB.

“Pertama (mereka) datang beli es kue, terus es-nya dibejek-bejek. Kata bapaknya itu es racun,” ucap Suderajat saat ditemui di Kemayoran, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, beberapa orang yang awalnya berpura-pura membeli tiba-tiba menuduh dagangannya berbahaya. Es yang dijualnya dirusak, bahkan dilempar ke wajahnya.

“Kata bapaknya itu es basi, es racun, dilempar ke muka saya,” ungkapnya.

Ia juga mengaku dipukul menggunakan benda mirip rotan dan ditendang hingga terjatuh.

“Muka saya dilempar pakai es kue. Saya luka nih goresan berdarah. Ditendang juga pakai sepatu bot sampai mental, disuruh bangun lagi, bangun lagi,” ujarnya.

Dalam kondisi kesakitan, Suderajat berusaha menjelaskan bahwa es yang dijualnya berbahan makanan biasa, bukan spons seperti yang dituduhkan. Namun klarifikasinya tak digubris.

“Saya bilang ini es kue yang asli, jadi ini dituduh. Saya bilang bukan tapi mereka bilang es spons,” katanya.

Ia mengaku sempat dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan setelah kejadian. Namun, menurutnya, tidak ada permintaan maaf yang ia terima.

“Enggak ada minta maaf atau apa, semuanya setahu saya enggak ada,” ujar dia. Ia hanya mengaku diberi uang Rp300.000 yang disebut sebagai pengganti kerugian.

Sejak insiden itu, Suderajat memilih berhenti berjualan sementara karena trauma dan masih merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh. Padahal, ia menjadi tulang punggung bagi istri dan lima anaknya.

“Sudah tiga hari belum jualan, gara-gara kejadian hari Sabtu ya begini, takutnya saya dikeroyokin pas ke Kemayoran,” jelasnya.

Kasus ini mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan aparat menyebut es gabus berbahan spons tanpa uji laboratorium di tempat.

Dalam video tersebut, seorang anggota menyatakan, “Nah sekarang ada pelaku yang menyamarkan nih. Intinya ini enggak boleh dimakan. Karena tadi kita coba kok rasanya beda, bukan kue. Ternyata nih bahannya dari spons. Spons dikasih sirup-sirup.”

Namun, hasil pemeriksaan resmi justru berkata lain. Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan seluruh sampel makanan milik Suderajat dinyatakan aman oleh tim medis kepolisian.

“Tim DOKKES telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” jelas Roby, Minggu (25/1/2026).

Ia menambahkan, sampel juga dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri untuk pengujian lanjutan.

“Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri,” ujarnya.

Polisi juga menelusuri lokasi produksi es di Depok guna memastikan tidak ada penggunaan bahan berbahaya. Sementara itu, bagi Suderajat, yang terpenting bukan sekadar hasil uji laboratorium, melainkan pemulihan nama baik dan rasa aman untuk kembali berjualan. Di tengah sorotan publik, kisahnya menjadi pengingat bahwa kabar yang belum terverifikasi bisa berdampak nyata pada hidup seseorang. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.