Dari Seminar Ekonomi Sirkuler Limbah, Pemerintah Tak Perlu Membantu Cukup Tidak Mengganggu
Pemateri kedua adalah Trimo Pamudji Al Djono, S.T., M.Si., yang merupakan ahli di bidang perubahan iklim, dekarbonisasi dan perdagangan karbon. Ia menjelaskan konsep dan mekanisme perdagangan karbon, yang merupakan salah satu cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong transisi energi bersih. Ia juga memberikan contoh-contoh proyek-proyek yang dapat menghasilkan karbon kredit, seperti TPST, pengolahan biomasa, dan penanaman pohon.
Pemateri ketiga Mochamad Sabdo Yusmintiarto, yang merupakan pakar di bidang pasar karbon kredit. Ia membahas tentang potensi dan peluang pasar karbon kredit di Indonesia, yang masih terbuka lebar. Ia juga memberikan tips dan trik untuk mengakses dan memanfaatkan pasar karbon kredit, baik bagi pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat. "Dan sertifikat karbon ini sekarang harganya lumayan bisa sampai 53 Euro. Jadi bagi pengelola TPST ada nilai tambah keekonomian," ungkap Sabdo.
Seminar ditutup dengan closing statement dari Ir. Sonson Garsoni, yang menyimpulkan bahwa ekonomi sirkuler merupakan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Sehingga, katanya, pembangunan TPST mulai muncul di mana-mana, di Bandung Summarecon sudah mentenderkan pengelolaan sampahnya secara mandiri, begitu juga di Bogor, Jakarta dan daerah-daerah lainnya.
Penciptaan ekosistem TPST ini mulai banyak menarik perhatian pengusaha juga pemerintah. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan TPST mandiri ini bisa mengurangi beban pemerintah sebagai regulator. melepaskan sebagian beban pemerintah. "Jangan menganggap menarik retribusi itu menguntungkan, itu merugikan. Saya pastikan. Karena anggaran yang dikeluarkan pemerintah itu besar sementara retribusi yang diambil itu kecil. Itu hanya prestise".
Sonson juga mengingatkan bahwa teknologi day by day terus berkembang sehingga sekarang ini bisa dilakukan oleh pengusaha di dalam negeri dibantu oleh asosiasi-asosiasi yang ada. Kepercayaan masyarakat terhadap tumbuhnya pengelolaan TPST-TPST ini juga sangat diperlukan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!