Dari Seminar Ekonomi Sirkuler Limbah, Pemerintah Tak Perlu Membantu Cukup Tidak Mengganggu

ED
Rabu, 28 Februari 2024 | 01:49 WIB
Bagikan
Dari Seminar Ekonomi Sirkuler Limbah, Pemerintah Tak Perlu Membantu Cukup Tidak Mengganggu

VISI.NEWS | BANJARAN - Seminar nasional dengan tema "Ekonomi Sirkuler Limbah, Sampah dan Biomasa" di Pusat Kegiatan Kencana Online Jalan Raya Banjaran No. 390, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Selasa (28/2/ 2024) menghasilkan sejumlah catatan penting. Diantaranya, pemerintah tidak perlu membantu cukup dengan tidak mengganggu atau menghalangi tumbuh kembangnya pengelolaan tempat-tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST).

Seminar yang diinisiasi Kencana Online, Askkindo dan Kadin ini diikuti oleh 300 peserta dari seluruh Indonesia, baik secara online maupun offline. Mereka kebanyakan dari kalangan pengusaha, BUMN, akademisi, bahkan ada NGO dari PBB.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan limbah, sampah dan biomasa secara sirkuler, yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan. Seminar ini juga membahas tentang potensi pasar karbon kredit, yang merupakan salah satu insentif untuk mendorong praktik ekonomi sirkuler.

Seminar ini dibuka oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sarman Simanjorang S.Si., yang menyampaikan bahwa Kadin mendukung penuh upaya-upaya untuk mewujudkan ekonomi sirkuler di Indonesia. Ia juga mengapresiasi kerjasama antara Kencana Online, Asosiasi Pengusaha Non Konstruksi Indonesia (Askkindo) dan para pemateri seminar.

Dalam kata pengantarnya, Ketua Askkindo Ir. Tri Bagus Santoso, menjelaskan bahwa Askkindo merupakan asosiasi yang bergerak di bidang pengelolaan limbah, sampah dan biomasa. Ia mengatakan bahwa Askkindo siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan ekonomi sirkuler di Indonesia.

Jalannya seminar menjadi menarik dan hidup karena dipandu oleh Hadiyan Nur Sofyan, ST, MT, CDMC, CNLPC, yang merupakan praktisi dan konsultan di bidang pengelolaan limbah, sampah dan biomasa. Ia memandu diskusi yang interaktif dan informatif antara para peserta dan pemateri seminar.

Pemateri pertama Ir. Sonson Garsoni, mantan Ketua Kadin Jabar yang merupakan pengelola Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Energi Mandiri. Ia membagikan pengalaman dan tantangan dalam mengelola TPST, yang merupakan salah satu contoh ekonomi sirkuler di Indonesia. Ia juga menunjukkan bagaimana TPST dapat menghasilkan energi listrik, pupuk organik, dan bahan baku industri dari sampah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.