DARI PONPES KE PONPES | Profil Pondok Pesantren Al Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon
Diawali Kiai Jatira
Keberadaan banyak pondok pesantren di daerah Babakan Ciwaringin, tak terlepas dari ketokohan seorang ulama saat itu yang bernama Kiai Jatira, atau Syech Hasanuddin seorang tokoh agama yang berasal dari Desa Pamijahan Plumbon, Cirebon.
Dalam sejarahnya, Babakan sering disebut sebagai babak awal perkembangan pendidikan Islam di wilayah Cirebon pada abad XVI dengan tokoh pejuang pertamanya Kyai Jatira, putra dari KH Abdul Latief, tokoh agama yang bermukim di Desa Pamijahan.
KH Muhammad atau biasa di panggil "Akang," merupakan pendiri Ponpes Kebon Jambu ini, pada tahun 1993. Pondok pesantren yang selanjutnya diberi nama Kebon Jambu Al Islamy ini, ada dalam pengasuhannya, dan beliau mengajarkan kitab-kitab klasik atau kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan.
Kiai Muhammad sendiri berasal dari Kabupaten Kuningan, tepatnya orang Windu Haji Kuningan, adapun sanad keilmuannya berasal dari gurunya, Mbah Sanusi, dan Mbah Sanusi gurunya adalah KH Amien sepuh, dari Pamijahan Plumbon Pesantren Marikangen,
Tokoh K.H.Amien sepuh ini, merupakan tokoh utama yang bersama Kiai Abas Buntet, dikomandoi K.H. Hasyim Asy'ari saat pertempuran melawan agresi militer Belanda di Surabaya. Dari sini akhirnya melahirkan Hari Santri, karena adanya resolusi Jihad, yang di gaungkan K.H. Hasyim Asy'ari itu.
Adapun K.H. Amien Sepuh bin K.H Arsyad, masih merupakan ahlul bait, dari garis keturunan Sunan Gunung Djati. Sebagaimana dijelaskan dalam silsilah K.H.Amin Sepuh, yang disusun oleh K.H. Mudzakkir.
Amaliah Kiai Muhammad
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!