DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Al Ittifaq Ciwidey Kabupaten Bandung Bertariqoh "Sayuriyah"
Kiai Fuad Affandi memiliki karakter dengan sifat yang tawadhu, baik hati, murah senyum, bijaksana, penyayang, penyabar, supel, dekat dengan siapapun, tidak membeda-bedakan orang, berani bersikap, berinisiatif tinggi, mau memberi contoh, dan tidak ingin dianggap hebat, dianggap berkasta, atau dilebih-lebihkan karena ilmunya, bahkan tak mau juga ia dipanggil dengan sebutan kiai, sehingga masyarakatpun memanggilnya dengan sebutan yang umumnya familiar di daerah pedesaan, yaitu "Mang, atau emang Fuad".
Amalan Kiai Fuad seperti yang disampaikan oleh santrinya, yang juga menjabat sebagai Ketua RW, Ketua PC DMI Kabupaten Bandung, yakni Gus Ali. "Amalan anu masih dijalankeun ku para santri nyaeta utamana salat awal waktu berjamaah di masjid, pelaksanan pangaosan salasaan, pangaosan hikam dina dina tiap subuh, anapaon aurod aurod diantawisna maca doa Asmaul Husna, oge nuroniyah, rotibul atos," katanya.
Keistimewaan Pesantren Al Ittifaq:
- Memiliki sosok kuat pencetus pertanian modern agrobisnis yang digagas Kiai Fuad Affandi, sehingga pesantren menjadi sumber inspirasi, dan bisa momotivasi masyarakat petani, untuk menjaga potensi sumber ketahanan pangannya, sehingga tidak beralih fungsi lahan, profesi, dan budayanya.
- Memiliki gebrakan visioner, memadukan keberadaan Pesantren dengan selalu bersinergi bersama masyarakat setempat, membangun kekuatan bersama di bidang pertanian yang tehnologinya terus mengikuti trend baru dan perkembangan zaman.
- Memiliki hubungan yang kuat secara emosional dengan seluruh komponen masyarakat di wilayahnya, sehingga pesantren menjadi aset daerah setempat, yang perlu terus dijaga keberadaannya, dan menjadi pendorong kemajuan daerahnya.
- Memiliki link dan relasi dengan banyak pihak, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi swasta, lembaga pemberdayaan, pihak-pihak diluar negeri, dan jaringan lainnya yang ingin membuka hubungan kerja, maupun hubungan belajar.
- Menjadi laboratorium agribisnis yang mampu menjadi lokasi studi banding, tempat pelatihan, dan sekaligus jadi lokasi wahana agrowisata, tempat rekreasi yang menonjolkan lahan pertanian, sebagai unggulan wisata nya.
- Memiliki pesantren yang kuat dan mengakar hubungan sosialnya dengan masyarakat sekitar pesantren, yang terus dibina kedekatannya, dan diarahkan kemajuan masyarakatnya di bidang pertanian, dan pengolahan hasil taninya, hingga bisa maju bersama, dan mencapai tujuan keberhasilan yang saling menguntungkan.
- Memiliki ciri yang kuat dengan identitas pesantren berciri agrobisnisnya, yang menjadi lokomotif untuk dicontoh pesantren atau masyarakat dari daerah lain, yang memiliki potensi yang sama, dan ingin mengembangkan potensi itu. Ciri ini telah menguatkan posisi pesantren Al Ittifaq sebagai kampiun di kelasnya yang tiada tandingnya, dan ini harus jadi pegangan kuat bagi penerusnya agar tidak bergeser atau keluar dari pakem yang telah di digariskan Kiai Fuad, sebagai yang mewariskan impiannya, semangatnya, dan harapannya kepada generasi anak-anak keturunannya.
- Memiliki potensi lahan pertanian yang luas, yang bisa terus dikembangkan, dan diolah untuk eksperimen tanaman unggulan yang memiliki komoditi harga yang bagus, sehingga kedepannya bisa menghasilkan barang komoditi hasil pertanian yang berstandar internasional.
- Memiliki pesantren dan sekolah formal yang terus berkembang, dan memiliki ciri keunggulannya yang harus terus dijaga keunggulannya.
- Memiliki generasi penerus yang mempunyai pengalaman yang telah ditempa langsung oleh Kiai Fuad, sehingga pada keturunannya yang sekarang itulah, estafet Kiai Fuad Affandi yang telah tiada pada tahun 2021 lalu, di RS. Hasan Sadikin Bandung, semoga bisa dilanjutkan lebih cemerlang, lebih baik lagi, oleh para generasi penerusnya anak dan mantunya, dimana anak Kiai Fuad, lima, limanya adalah Anak perempuan semuanya.
Sepeninggal Kiai Fuad
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!