Dari Garut untuk Indonesia, SID Pamerkan Transformasi Digital Layanan Primer

ED
PN
Senin, 27 Juli 2026 | 20:41 WIB
Bagikan
Dari Garut untuk Indonesia, SID Pamerkan Transformasi Digital Layanan Primer

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., menjadi salah satu pembicara utama dengan materi "Adopsi Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui Dukungan Health Systems Insight di 4 Kabupaten". Dalam paparannya, ia akan menjelaskan bagaimana pemanfaatan data, tata kelola pemerintahan, serta kepemimpinan daerah mampu mempercepat implementasi ILP di tingkat kabupaten.

Sementara itu, Apt. Yodi Sirojudin, S.Si., MH.Kes., Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, akan membahas kepemimpinan daerah dalam transformasi digital kesehatan, termasuk implementasi interoperabilitas data, pemanfaatan Dashboard PWS, serta penguatan tata kelola digital di sektor kesehatan.

Pengalaman praktik di lapangan juga menjadi bagian penting dalam sesi tersebut. Titin Sumarni, S.ST., S.K.M., Bdn., M.Kes., Bidan Koordinator UPT Puskesmas Karangpawitan sekaligus Champion Program DED, akan membagikan praktik baik penerapan Posyandu Digital di Desa Sindalaya. Sementara Muhammad Nurul Akbar, Promotor Kesehatan UPT Puskesmas Bayongbong sekaligus Champion Program DED, akan memaparkan bagaimana pemanfaatan Dynamic Worker Support (DWS) membantu meningkatkan manajemen kinerja tenaga kesehatan lapangan melalui pendekatan digital. Seluruh rangkaian diskusi dipandu oleh Muhammad Rizky Widodo, Project Coordinator Program DED Summit Institute for Development.

Selain sesi ilmiah, SID juga menghadirkan Booth Digitally Enabled District (DED) selama tiga hari pelaksanaan konferensi. Booth tersebut menjadi ruang demonstrasi, diseminasi, sekaligus konsultasi interaktif bagi peserta yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, fasilitas pelayanan kesehatan primer, akademisi, organisasi profesi, mitra pembangunan, hingga organisasi masyarakat sipil.

Melalui booth tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana ekosistem digital DED bekerja, mulai dari pencatatan layanan di tingkat Posyandu hingga pemanfaatan dashboard kesehatan yang digunakan pemerintah daerah dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. SID juga membuka ruang diskusi bagi pemerintah daerah yang ingin mereplikasi model transformasi digital tersebut sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.