Dari Braga ke Cihapit, Menteri Ekraf Dorong Bandung Bangkit dari Tragedi Tantangan Ekonomi Lokal

ED
Selasa, 6 Januari 2026 | 20:00 WIB
Bagikan
Dari Braga ke Cihapit, Menteri Ekraf Dorong Bandung Bangkit dari Tragedi Tantangan Ekonomi Lokal

VISI.NEWS|BANDUNG -Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meninjau langsung denyut ekonomi kreatif Kota Bandung di tengah libur Natal dan Tahun Baru. Kunjungan ke kawasan Braga hingga Pasar Cihapit ini menjadi upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekraf daerah yang sempat terdampak berbagai tantangan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Di kawasan Braga, Teuku Riefky menekankan pentingnya momentum libur panjang sebagai ruang kebangkitan pelaku kreatif lokal, khususnya dalam menarik wisatawan dan meningkatkan transaksi.

“Momentum libur Nataru menjadi kesempatan penting bagi pegiat ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.

Ia menyampaikan strategi pengembangan ekraf nasional dimulai dari penguatan daerah, dengan mendorong jenama dan pelaku lokal agar naik kelas.

“Strateginya jelas, local hero kita dorong naik ke tingkat nasional, dan yang sudah kuat di tingkat nasional kita dorong ke pasar global. Dengan penguatan dari daerah, karya dan IP lokal akan memiliki daya saing yang berkelanjutan,” katanya.

Di Tahilalats Store, Teuku Riefky menyoroti keberhasilan pemanfaatan kekayaan intelektual lokal yang berkembang dari platform digital ke ruang ritel fisik. Menurutnya, model ini memperluas interaksi dengan konsumen sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kreatif.

“Melalui ruang kreatif dan pasar ekraf di daerah, kita mendorong karya dan IP lokal semakin dikenal, diapresiasi, dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Kunjungan berlanjut ke Pasar Cihapit yang dinilai memiliki peran strategis dalam rantai nilai ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner. Sejumlah pelaku usaha seperti Batagor Kahuripan, Toko Kopi Pasar Cihapit, dan Cerita Manis memanfaatkan lonjakan pengunjung selama libur awal tahun untuk meningkatkan penjualan.

Menurut Teuku Riefky, pasar menjadi titik penting karena langsung mempertemukan produk lokal dengan konsumen sekaligus memperkuat daya tarik wisata kota. Selain kuliner, ia juga meninjau subsektor fesyen dan ritel kreatif, seperti Damakara dan Grammars, yang menunjukkan keberagaman produk kreatif dalam satu kawasan.

“Melalui pasar ekonomi kreatif, produk dan bisnis lokal semakin dikenal dan dibeli masyarakat. Dari daerah inilah ekonomi kreatif akan tumbuh menjadi the new engine of growth,” kata Teuku Riefky.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Cecep Rukendi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, serta jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif dan Disbudpar Jawa Barat.@fajar

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.