Dari Bayang-bayang Onana ke Era Baru, Senne Lammens Hadirkan Stabilitas di Bawah Mistar MU

ED
Kamis, 26 Februari 2026 | 20:00 WIB
Bagikan
Dari Bayang-bayang Onana ke Era Baru, Senne Lammens Hadirkan Stabilitas di Bawah Mistar MU
VISI.NEWS|BANDUNG -Di tengah derasnya tekanan dan duel fisik yang mewarnai laga melawan Everton, satu sosok justru tampil paling tenang di lapangan. Senne Lammens menunjukkan ketenangan yang kontras dengan atmosfer panas pertandingan, sekaligus mempertegas perubahan karakter di bawah mistar Manchester United. Everton mengandalkan pendekatan agresif dengan membombardir kotak penalti melalui bola mati dan umpan silang. Total 10 sepak pojok dilepaskan tim tuan rumah, berbanding hanya satu milik MU. Strategi itu berpotensi menjadi mimpi buruk, terutama mengingat sorotan tajam yang sebelumnya kerap mengarah kepada Andre Onana. Namun Lammens menghadirkan nuansa berbeda. Direkrut dari Royal Antwerp FC dengan nilai 18,2 juta paun, kiper asal Belgia tersebut tampil sederhana, minim drama, dan penuh kontrol. Ia sigap mengamankan bola-bola udara, berani meninju saat diperlukan, serta melakukan penyelamatan krusial dari tembakan Michael Keane dan Tyrique George. Pelatih MU, Michael Carrick, menilai karakter Lammens menjadi pembeda utama. “Bagi saya, seorang penjaga gawang harus bisa diandalkan, bisa dipercaya. Alih-alih menciptakan kekacauan, Anda ingin dia meredamnya dan menenangkan keadaan. Saya rasa Senne adalah sosok seperti itu,” ujar Carrick. “Dia kadang terlihat pendiam dan sederhana, tetapi ada mental baja di dalam dirinya. Masuk ke peran sebesar ini bukan hal mudah. Cara dia menjalaninya dengan ketenangan dan kontrol diri saat ini sangat membantu pemain di depannya.” Kehadiran Edwin van der Sar sebagai analis di studio siaran laga tersebut menambah simbolisme tersendiri. Perbandingan karakter antara Lammens dan legenda MU itu pun mengemuka. “Saya harus hati-hati dengan apa yang saya katakan, tapi saya mengerti maksudnya. Saya tidak ingin membandingkan mereka karena itu tidak adil bagi Senne. Tapi, memang ada kemiripan,” kata Carrick. Di balik suksesnya transfer ini, ada peran pemandu bakat kiper MU, Tony Coton, yang mendorong perekrutan Lammens. Keputusan itu kini terlihat tepat, terutama jika melihat dampak instan yang diberikan sang kiper. Secara statistik, Lammens bahkan memimpin di antara kiper Liga Inggris dalam penyelamatan berdasarkan expected goals on target, indikator yang menunjukkan seberapa banyak gol berhasil ia cegah dibanding kualitas peluang lawan. Lammens sendiri mengakui laga kontra Everton penuh tantangan fisik. “Everton sangat fisik, jadi kami tahu bola mati akan sulit, tetapi itu kekuatan saya, jadi saya senang. Hari ini mungkin sedikit kewalahan! Saya harus berdiri agak di belakang garis gawang agar bisa keluar, tetapi sulit juga bagi wasit untuk mengawasi.” “Memang semakin sulit untuk menghadapinya, tetapi kadang Anda tidak boleh terlalu memikirkan pemain di sekitar karena bisa membuat Anda lupa pada bolanya.” Ia juga menanggapi perbandingan dengan Van der Sar secara santai. “Transisi saya berjalan baik. Saya terus berkembang dan makin percaya diri. Dan jika saya dibandingkan dengan Edwin van der Sar, itu tentu selalu menyenangkan!” Dari sudut pandang taktik dan psikologis, kehadiran Lammens memberi stabilitas baru bagi Manchester United. Di liga yang semakin mengandalkan bola mati sebagai senjata utama, ketenangan di bawah mistar bukan sekadar atribut tambahan, melainkan fondasi. MU mungkin masih dalam proses membangun kembali identitasnya, tetapi di posisi kiper, mereka tampaknya telah menemukan penjaga yang tidak sekadar menghentikan bola, melainkan juga meredam kekacauan.@fajar

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.