Danantara Kucurkan Rp116 T, Hilirisasi RI Melesat di Panggung Global
Ilustrasi. /visi.news/esdm
Perkembangan ini tercermin di sejumlah negara maju. Di Kanada, Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan pembentukan SWF Canada Strong Fund pada 27 April 2026 yang akan difokuskan pada pembiayaan proyek-proyek strategis di sektor energi, infrastruktur, pertambangan, pertanian, dan teknologi. Carney seperti dilansir dari Al Jazeera (27/4/2026) menegaskan bahwa pembentukan SWF Kanada merupakan bagian dari pembelajaran global untuk memperkuat ekonomi jangka panjang Kanada.
Pembentukan SWF Kanada ini, lanjut Carney mengambil pelajaran dari praktik global yang telah lebih dulu diterapkan di berbagai negara. “Kami mengambil pelajaran dari yurisdiksi lain yang memiliki visi jauh ke depan dengan membentuk dana kekayaan negara sejak beberapa dekade lalu,” ujarnya.
Di Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari whitehouse.gov, rencana pembentukan SWF pada 3 Februari 2025 telah ditetapkan, dengan mandat untuk mendorong keberlanjutan fiskal, mengurangi beban pajak, menciptakan keamanan ekonomi generasi mendatang, serta memperkuat kepemimpinan ekonomi dan strategis global.
Sementara itu, Inggris melalui laman nationalwealthfund.org.uk mengumumkan pembentukan SWF pada 14 Oktober 2024 dan mulai beroperasi pada 19 Maret 2025, dengan fokus investasi pada proyek padat modal yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan transisi energi bersih.
Namun demikian, berbeda dengan pendekatan negara-negara tersebut yang masih berada pada tahap penguatan desain, pembentukan, atau transisi kelembagaan, Indonesia melalui Danantara Indonesia telah melangkah lebih jauh dengan langsung mengintegrasikan SWF ke dalam agenda hilirisasi nasional secara nyata. Pendekatan ini menempatkan Indonesia bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan memimpin arah baru pemanfaatan SWF sebagai instrumen strategis untuk menciptakan nilai tambah domestik, memperkuat rantai industri, dan mendorong transformasi struktural ekonomi.
Groundbreaking 13 proyek strategis ini mencerminkan orkestrasi kebijakan yang terintegrasi, mulai dari energi, mineral, hingga pertanian, yang tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem industri nasional yang tangguh dan berdaya saing global. Kehadiran Danantara Indonesia menjadi bukti bahwa Indonesia tengah membangun paradigma baru dalam pengelolaan kekayaan negara yakni dari sekadar mengelola aset menjadi menciptakan nilai, dari investasi pasif menjadi instrumen strategis pembangunan nasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!